Senin, 10 Juni 2019 14:09 WITA

Sudah 200 Km, Pemudik Ini Baru Sadar Ibunya Ketinggalan Mobil

Editor: Aswad Syam
Sudah 200 Km, Pemudik Ini Baru Sadar Ibunya Ketinggalan Mobil
Polisi Malaysia membawa wanita tua yang ketinggalan saat mudik.

RAKYATKU.COM, MALAYSIA - Libur lebaran, kita selalu menyaksikan arus mudik yang ramai. Rasanya sungguh melelahkan.

Tapi bagaimana rasanya sudah bepergian sejauh 200 km menuju rumah dalam lalu lintas yang macet, namun harus berbalik dan mengemudi kembali ke jarak yang sama untuk sesuatu atau seseorang kelupaan?

Ya, itulah yang harus dilakukan seorang lelaki yang mengemudi pulang dari Bukit Payong, Kuala Terengganu, Malaysia, setelah dia meninggalkan ibunya yang sudah lanjut usia.

Dilansir dari NST, lelaki berusia 40-an dan istrinya sedang melakukan perjalanan kembali ke Kuala Lumpur pada Sabtu, 8 Juni 2019.

Mereka berhenti di Bukit Besi R&R, karena istrinya hendak ke kamar kecil.

Dia tetap di dalam mobil bersama ibunya yang berusia 73 tahun, dan tertidur.

Tak lama setelah itu, ibunya diam-diam turun dari mobil untuk menggunakan toilet juga, tetapi pria itu tidak menyadarinya.

Tepat setelah istrinya kembali ke mobil, lelaki itu terbangun dan segera melanjutkan mengemudi dalam upaya untuk menghindari kemacetan lalu lintas yang meningkat. Dia tidak menyadari bahwa ibunya tidak ada di dalam mobil.

Ibunya terkejut ketika mengetahui bahwa mobil putranya hilang ketika dia kembali dari kamar kecil, dan mulai meminta bantuan orang-orang di Litbang. 

Loading...

Mereka menawarkan untuk mengirimnya ke halte bus Litbang, tetapi orang tua itu menolak untuk pergi dan terus menunggu di Litbang.

Satu setengah jam kemudian, wanita tua itu menarik perhatian dua anggota staf Departemen Transportasi Jalan yang sedang berpatroli di R&D.

Setelah mendengarkannya menjelaskan situasinya, mereka membawanya ke kantor polisi Bukit Besi.

Sementara itu, putranya dan istrinya telah menempuh perjalanan sejauh 196 km, dan berhenti di Gambang R&R dekat Kuantan untuk makan siang. Pada saat itulah mereka menyadari bahwa ibunya hilang.

Kepala polisi Dungun Inspektur Baharudin Abdullah mengatakan, wanita itu memberi tahu mereka tentang putrinya, yang adalah seorang guru di sebuah sekolah di Bukit Payong.

Berdasarkan informasi yang diberikan, mereka berhasil menghubungi putrinya, yang menyuruh putranya menjemput wanita tua itu.

"Kami memberi tahu putri itu tentang apa yang terjadi, dan seorang cucu akhirnya muncul untuk menjemput warga senior sekitar pukul 12.30 malam," kata Baharudin.

“Warga lanjut usia dibawa kembali ke rumah putrinya di Bukit Payong; ketika putra dan istrinya berbelok untuk menjemputnya," ujarnya.

Loading...
Loading...