Senin, 10 Juni 2019 13:24 WITA

Ratusan Orang Hadiri Pemakaman Penjaga Gawang Suriah yang Jadi Pemberontak

Editor: Suriawati
Ratusan Orang Hadiri Pemakaman Penjaga Gawang Suriah yang Jadi Pemberontak
AFP

RAKYATKU.COM - Ratusan pelayat menghadiri pemakaman seorang mantan penjaga gawang Suriah, yang berubah menjadi pejuang oposisi.

Abdel-Basset al-Sarout, 27 tahun, dimakamkan pada hari Minggu di desa barat laut Dana.

Dia meninggal pada hari Sabtu akibat luka yang dideritanya dalam bentrokan dengan pasukan rezim di tepi wilayah Idlib pada Kamis malam.

Sebelum perang saudara dimulai di Suriah delapan tahun lalu, Sarout adalah penjaga gawang untuk tim sepak bola pemuda di negara itu.

Ketika demonstrasi damai terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad dimulai pada tahun 2011, ia menjadi penyanyi lagu-lagu protes di kota kelahirannya Homs.

Tetapi setelah pemerintah mengambil tindakan keras terhadap pemrotes, dia mengangkat senjata. Dia akhirnya bergabung dengan kelompok pemberontak Jaish al-Izza.

Dia sedang berjuang dengan kelompok itu pada hari Kamis.

Loading...

Ratusan Orang Hadiri Pemakaman Penjaga Gawang Suriah yang Jadi PemberontakPada hari Minggu, ratusan pendukung bergabung dengan iring-iringan kendaraan yang membawa jenazah Sarout ke masjid di desa barat laut Dana.

Ketika tubuhnya dipindahkan ke kerumunan di luar masjid, puluhan orang mengangkat telepon genggam mereka untuk mengambil gambar.

Selanjutnya, dua pria membaringkan Sarout di tanah merah pekuburan, sementara ratusan orang berkerumun di sekitar untuk melihat pejuang muda itu untuk terakhir kalinya.

Aktivis Suriah dan pendukung oposisi membanjiri Twitter dengan eulogi untuk seorang pria yang mereka gambarkan sebagai 'penjaga revolusi' atau 'burung penyanyi revolusi'.

Ratusan Orang Hadiri Pemakaman Penjaga Gawang Suriah yang Jadi PemberontakWilayah Idlib seharusnya dilindungi oleh kesepakatan zona penyangga Turki-Rusia.

Tapi itu telah dibombardir secara intens oleh rezim dan Rusia sejak April lalu. Menurut kelompok pemantau Suriah untuk Hak Asasi Manusia, lebih dari 330 warga sipil telah meninggal akibat operasi di wilayah itu.

Tags
Loading...
Loading...