Jumat, 07 Juni 2019 14:59 WITA

Ilham Arief Sirajuddin Dipastikan Bebas Murni Pertengahan Juli 2019

Penulis: Azwar Basir
Editor: Adil Patawai Anar
Ilham Arief Sirajuddin Dipastikan Bebas Murni Pertengahan Juli 2019
Ilham Arief Sirajuddin

RAKYATKU.COM, MAKASSAR  - Terpidana kasus korupsi mantan wali Kota Makassar dua periode, Ilham Arief Sirajuddin dipastikan bebas murni pertengahan Juli 2019 mendatang.

"Pertengahan Juli 2019 Pak Ias akan bebas murni, " ujar kepala Lapas kelas 1 Makassar Budi Sarwono kepada Rakyatku.Com.

Namun, sebelum bebas murni, Budi Sarwono telah mengusulkan kepada Kemenkumham agar diberikan asimiliasi kepada mantan wali Kota Makassar dua periode tersebut.

"Kita sudah usulkan kepada Kemenkumham untuk berikan asimiliasi kepada Pak Ias tapi sampai saat ini belum turun," tutupnya. 

Sebelumnya mantan Wali kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin telah diusulkan oleh Kalapas kelas 1 Makassar untuk mendapatkan asimiliasi sebelum bebas. 

"Pak Ias telah kita usulkan untuk mendapatkan asimiliasi tapi sampai saat ini belum turun dari Kemenkumham," ujar kepala Lapas kelas 1 Makassar Budi Sarwono

Untuk lokasi atau tempat mantan Wali kota Makassar tersebut menjalani asimiliasi juga sudah diusulkan namun, sampai saat SKnua juga belum diterima oleh Lapas kelas 1 Makassar.

"Pihak ke tiga panti asuhan tapi juga belum turun SKnya, kita masih menunggu sampai sekarang," ungkapnya

Loading...

Selain asimiliasi pengajuan remisi dasawarsa IAS juga belum keluar hingga kini. Padahal, jika remisi itu telah disetujui maka IAS bisa menghirup udara segar April 2019 lalu. "Namun ia tidak diusulkan untuk bebas bersyarat,"  jelasnya.

Ia menambahkan, Ias diusulkan untuk diberikan asimilasi diberikan  karena dinilai bersyarat dan telah menjalani hukuman selama dua per tiga masa tahanan.

"Secara detail tidak ingat  berapa yang diusulkan tapi yg jelas memakai aturan PP 99/12 tentang semua persyaratan sudah lengkap tinggal tunggu SK turun," tutupnya

Diketahui, IAS merupakan terpidana kasus korupsi kerjasama kelola dan transfer instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar Tahun 2006-2012. Mantan wali kota dua periode ini ditetapkan sebagai tersangka dan divonis empat tahun penjara dan denda Rp100 juta atau kurungan penjara empat bulan di persidangan,

IAS terbukti menyalahgunakan wewenang sehingga menguntungkan orang lain dengan melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 5 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan alternatif kedua. 

Dengan demikian, IAS dinilai terbukti mengarahkan direksi untuk memenangkan PT Traya Tirta Makassar yang berujung adanya kerugian negara mencapai Rp31,8 miliar berdasarkan audit BPK. 

Sebelum dipindahkan di Lapas Klas I Makassar pada Februari 2019 lalu, IAS terlebih dulu ditahan di Lapas Sukamiskin Bandung Jawa Barat dan Rumah Tahanan Pomdam Jaya Guntur Cabang KPK.

Loading...
Loading...