Rabu, 05 Juni 2019 15:21 WITA

Penanganan Kasus PD Parkir Lamban, ACC: Kejati Sulsel Tidak Serius

Penulis: Azwar Basir
Editor: Abu Asyraf
Penanganan Kasus PD Parkir Lamban, ACC: Kejati Sulsel Tidak Serius

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Lembaga Anti Corruption Commite (ACC) Sulawesi menyoroti Kejati Sulsel yang terkesan memperlambat penetapan tersangka kasus dugaan penyelewengan korupsi di PD Parkir Makassar Raya tahun anggaran 2008 hingga 2017.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi di PD Parkir Makassar Raya ini sudah ditangani Kejati Sulsel dari tahun lalu. Namun sampai saat ini belum menetapkan satu orang tersangka yang bertanggung jawab dalam kasus itu.

Peneliti ACC, Ayie Asrawi mempertanyakan kinerja Kejati Sulsel dalam menangani berbagai kasus korupsi, khususnya kasus korupsi di PD Parkir Makassar Raya ini.

"Dari lamanya proses hukum akibat menunda-nunda dengan alasan yang sulit dimengerti. Kejati memang tidak serius. Jika serius, kejaksaan pastinya akan lebih cepat bekerja, terlebih masyarakat juga memantau kasus ini di kejaksaan," ujar Ayie Asrawi kepada Rakyatku.com.

Ayie Asrawi pun meminta kepada Kejati Sulsel untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus korupsi secara transparan tidak menutup-nutupi dari masyarakat.

Loading...

"Menunda-nunda proses hukum juga tidak boleh dilakukan oleh penegak hukum. Prosedur penyelesaian perkara termasuk penyidikan dan penetapan tersangka, harus dilakukan secara profesional, proporsional dan transparan agar tidak ada penyalahgunaan wewenang," tegasnya.

Ia menambahkan, pihak ACC juga terus melakukan pemantauan terhadap kasus dugaan korupsi PD Parkir Makassar Raya. Dari pantauannya, katanya, penanganan kejati kurang maksimal.

"Begini persoalan PD parkir memang kami sudah melakukan pemantauan sejak awal. Kami melihat penanganan Kejati kurang maksimal. Sejak sebelum adanya tersangka Kejati sangat lama melakukan proses hukum," katanya.

"Padahal untuk penetapan tersangka terlebih kasus korupsi seperti ini, Kejati harus proaktif, penetapan tersangka minimal dua alat bukti kemudian proses hukum harusnya lanjut sampai hingga masuk ke pengadilan," tutupnya.

Loading...
Loading...