Senin, 03 Juni 2019 10:59 WITA

Kenang Kakaknya, Wanita Non-Muslim Ini Sumbangkan Takjil Setiap Ramadan

Editor: Aswad Syam
Kenang Kakaknya, Wanita Non-Muslim Ini Sumbangkan Takjil Setiap Ramadan
Vijayalechumy Shamugam menyumbangkan menu buka puasa untuk jemaah masjid.

RAKYATKU.COM, MALAYSIA - Pengguna Facebook Rizal Imran, baru-baru ini memposting tentang seorang wanita yang mengunjungi masjid di Ulu Klang setiap tahun, untuk menyumbangkan makanan dan minuman ke jemaah di sana. 

Dia akan membawa kantong buah-buahan dan berbagai minuman ramah rasa, agar umat Islam di masjid dapat berbuka puasa, setelah mereka menyelesaikan salat mereka.

Vijayalechumy Shamugam, juga dikenal sebagai Aci, telah menjadikan ini tradisi tahunan. Dan dia menitip kepada imam masjid untuk membaca tahlil bagi almarhum adiknya, yang adalah seorang mualaf.

"Meskipun mereka berasal dari agama yang berbeda, itu menunjukkan betapa dia sangat mencintai almarhum saudaranya," tulis Rizal dalam posting tersebut, yang telah dibagikan lebih dari 1.200 kali di Facebook.

"Tapi yang paling menyentuh saya adalah dia juga mengisi formulir 'bacaan tahlil' untuk mendiang abangnya, yang adalah seorang mualaf," tulisnya.

Rizal, yang juga tetangga Aci, menambahkan, adik laki-lakinya, Abdul Rahman Abdullah dan istrinya meninggal beberapa tahun lalu, dan sejak saat itu, Aci akan meminta masjid berdoa untuk mereka.

Loading...

Menurut mStar, Aci (56), mulai menyumbang ke masjid dan meminta salat tahlil karena ibunya sendiri biasa melakukan praktik ini, sebelum meninggal.

“Aku melakukannya karena aku sangat mencintai kakakku. Kami sangat dekat. Saya semakin merindukannya setiap bulan Ramadan dan Hari Raya,” kata Aci.

Aci kemudian mengatakan, dua dari empat anaknya juga masuk Islam, dan dia tidak merasa perlu untuk membatasi mereka dari membuat keputusan itu.

“Untuk mengubah agama adalah keputusan mereka, kita harus menghormatinya. Bagi saya tidak masalah agama apa yang mereka praktikkan selama mereka percaya dan tulus,” katanya.

Terlibat begitu dalam agama lain tidak pernah menjadi masalah bagi Aci dan keluarganya, karena mereka membuat titik untuk berteman dengan orang-orang di komunitas mereka terlepas dari ras atau agama mereka.

Loading...
Loading...