Minggu, 02 Juni 2019 19:46 WITA

Penyuplai Senjata Api Kerusuhan 22 Mei, Pernah Terlibat Kasus Narkoba

Editor: Aswad Syam
Penyuplai Senjata Api Kerusuhan 22 Mei, Pernah Terlibat Kasus Narkoba
Tersangka perusuh 22 Mei yang ditangkap Polda Metro Jaya.

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Salah seorang penyuplai senjata dalam kerusuhan 22 Mei 2019 silam, AD alias Adnil (47),  diketahui pernah terjerat kasus penyalahgunaan narkoba.

Namun waktu itu, dia tidak sampai dibui.

Ketua RT 08/RW 09 Rawa Badak Utara, Iyus mengatakan, Adnil hampir ditangkap di kediamannya, di Jalan Pembangunan III, RT 08/RW 09 Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara terkait kasus penyalahgunaan narkoba.

“Peristiwanya terjadi sekira tahun 2018, kasus penyalahgunaan narkotika, kasus sabu. Waktu itu dari Polres (Jakarta Utara),” kata Iyus, Minggu (2/6/2019) seperti dilansir dari Tribunnews.

Saat itu lanjut Iyus, polisi hendak menangkap Adnil. Namun yang bersangkutan tidak berada di rumahnya.

Adnil pun tidak sampai mendekam di penjara atas kasus penyalahgunaan narkoba yang dilakukannya.

“Nggak ketangkap, karena orangnya nggak ada di TKP. Sampai dari Polres itu matikan lampu sama AC dia nggak keluar,” ujarnya.

Loading...

Adnil merupakan salah satu tersangka yang ditangkap pada Jumat (24/5/2019) lalu terkait kerusuhan 22 Mei 2019 dalam aksi unjuk rasa.

Adnil berperan sebagai penjual tiga pucuk senjata api kepada tersangka HK.

Adnil yang disebut mendapat keuntungan sebesar Rp26 juta dari penjualan senjata itu, juga didapati positif mengonsumsi sabu berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan penyidik.

Adnil saat ini mendekam di tahanan Polda Metro Jaya.

Dia turut diamankan karena berupaya merencanakan pembunuhan tokoh nasional dan juga penyelundupan senjata api.

AD berperan sebagai penjual 3 pucuk senjata api, yakni senjata api rakitan major, senjata api rakitan laras panjang, dan senjata api rakitan laras pendek.

Loading...
Loading...