Rabu, 05 Juni 2019 07:03 WITA

Air Tak Lancar, Begini Langkah PDAM Makassar

Penulis: Syukur
Editor: Andi Chaerul Fadli
Air Tak Lancar, Begini Langkah PDAM Makassar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Air PDAM telah menjadi kebutuhan sehari-hari yang tak dapat dipisahkan dari masyarakat. Macet sehari atau bahkan hanya hitungan jam, masyarakat sudah mengeluh. Beruntung PDAM Kota Makassar tidak tertutup ataupun acuh dengan keluhan ataupun aduan dari warga kota Makassar. 

Humas PDAM Kota Makassar, Idris Tahir mengatakan selama ini pihaknya tetap menerima pengaduan dan komplain. Padahal pihaknya hanya operator yang mengelola berapapun air yang masuk ke Instalasi.

"Adapun soal ketersediaan air baku bukan kewenangan kami. Tapi tidak masalah yang penting kami terus jelaskan kepada pelanggan soal masalah ini dan alhamdulillah bisa mereka mengerti," ungkap Idris. 

Tak hanya menerima keluhan atau komplain, pihak PDAM Makassar juga langsung menanggapi keluhan ataupun komplain. Termasuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Kota Makassar.

"Kalau soal kekurangan supply kami biasanya mengantarkan mobil tangki kepada pelanggan yang membutuhkan," tambahnya.

Loading...

Sebelumnya, Direktur Tehnik PDAM Kota Makassar, Kartia Bado menyebut ada beberapa daerah yang merasakan dampak penurunan produksi dan supply sejak April 2018. 

Daerah-daerah tersebut diantaranya sekitar kawasan Deppasawi, Jalan Nuri, Jalan Dahlia, dan sepanjang GMTD. Dan paling parah ada di cluster, Samalona, Gunung Agung, Taman Metropolitan, Orchad Park, Orchid sampai ke Gontang. Begitupun hal ke utara kota sekitar Sabutung, Barukang, Cambayya, Galangan Kapal dan Sultan Abdullah.

Saat ini PDAM sementara memasang pipa di wilayah Mallengkeri ke IPA Maccini Sombala sepanjang 2.8 KM. Progresnya sudah 80 persen. 

"Semoga paling tidak bulan Juli 2019 sudah bisa running untuk uji coba. Harapan kami semoga pekerjaan ini berjalan sukses sesuai waktu yang direncanakan agar supply air ke kawasan di atas akan normal kembali karena produksi kami sudah bisa dimaksimalkan sampai 285-300 l/s yang saat ini hanya maksimal 140 l/s,"  ungkapnya.

Loading...
Loading...