Sabtu, 01 Juni 2019 15:13 WITA

Usai Bunuh Istri, AZ Membusuk di Kebun Tebu

Editor: Aswad Syam
Usai Bunuh Istri, AZ Membusuk di Kebun Tebu
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, KEDIRI – Seorang warga sedang mencari tali daun tebu di sekitar kebun, Desa Nyawangan, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. 
Warga tersebut mencium bau busuk menyengat. Setelah didekati, ternyata berasal dari sesosok mayat.

Setelah diperiksa, ternyata dia adalah AZ, pria yang diduga membunuh istrinya, Endang, pada Senin, 27 Mei 2019 lalu.

Humas Polres Kediri, Ipda Aris mengemukakan sesosok mayat sudah membusuk dengan ciri-ciri memakai kaus merah dan celana panjang jin biru.

Menurutnya, polisi yang mendapatkan laporan itu, juga langsung ke lokasi kejadian. Tim identifikasi Polres Kediri menemukan sejumlah barang bukti, yaitu topi, dan pada kantong celana milik jenazah ditemukan kunci sepeda motor serta kartu parkir.

“Kemudian dilakukan pengecekan ke tempat penitipan sepeda motor di depan Pasar Kras, diketahui bahwa tanda nomor parkir tersebut merupakan sepeda motor Honda Supra X 125 dengan nomor polisi AG-5282-JG yang dibawa oleh AZ usai kejadian pembunuhan,” kata dia.

Ia menambahkan, di sekitar lokasi kejadian juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda serangan fisik. Polisi juga langsung mengevakuasi jenazah yang kondisinya sudah membusuk.

“Kondisi mayat sudah berwarna hitam membusuk. Kematiannya diperkirakan lebih dari dua hari,” kata dia.

Loading...

Saat ini, jenazah sudah di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri dan rencanya akan diautopsi guna mengetahui dengan pasti penyebab kematiannya.

Diduga, AZ bunuh diri usai membunuh istrinya, Endang Widyawati (42), warga Dusun, Desa Nyawangan, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri yang ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya, Senin (27/5/2019).

Pada tubuhnya ditemukan terdapat tiga luka sayatan. Korban ditemukan pertama kali oleh saudaranya yang sengaja datang ke rumah korban. Saat itu, kedua saudaranya sempat bertemu dengan suaminya, AZ yang terlihat tergesa-gesa keluar rumah menggendarai sepeda motor. AZ sempat mengatakan bahwa pintu rumah dikunci semua.

Kedua saudara korban juga sempat berkeliling rumah, dan ternyata melihat ada sepeda motor yang biasanya digunakan oleh korban diparkir di garasi rumah. Secara spontan, mereka memanggil korban dari luar rumah, namun tidak ada tanggapan.

Karena curiga, mereka dibantu warga sekitar sepakat masuk rumah secara paksa dengan mencongkel pintu jendela menggunakan alat seadanya. 

Ketika berhasil, ternyata mereka mengetahui korban sudah tergeletak di lantai kamarnya bersimbah darah dengan luka di bagian leher. Setelah dicek, ternyata sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Loading...
Loading...