Senin, 01 Agustus 2016 18:33 WITA

Pengacara Idris Syukur: Tuntutan JPU Mengada-ada

Penulis: Syukur
Editor: Jumardin Akas
Pengacara Idris Syukur: Tuntutan JPU Mengada-ada
Bupati Barru Idris Syukur saat mengikuti sidang di Pengadilan Tipikor Makassar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Bupati Barru Andi Idris Syukur dituntut penjara 4 tahun 6 bulan serta denda Rp260 juta supsider 6 bulan kurungan terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam sidang pembacaan tuntutan, di Pengadilan Tipikor Makassar, Senin (1/8/2016).

Usai pembacaan tuntutan, Idris Syukur melalui penasihat hukumnya Alyas Ismail menyebut, tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengada-ada dan sama sekali tidak sesuai dengan fakta persidangan.

"Tuntutan yang dibacakan oleh jaksa penuntut sama sekali tidak sesuai dengan fakta persidangan," ungkap Ismail yang ditemui pascasidang pembacaan tuntutan.

Baca Sebelumnya: Diseret Kasus Gratifikasi, Bupati Barru Dituntut 4 Tahun 6 Bulan

Ismail menuding JPU hanya melakukan copy paste dari berita acara pemeriksaan (BAP) saat masih diposes di tim penyidik.

"Itu solah-olah hanya rekontruksi BAP dari keterangan yang di-BAP, bukan fakta yang terungkap di dalam persidangan," tambahnya.

Loading...

Selain itu, Ismail menegaskan dalam fakta persidangan tidak ada keterangan saksi yang menyatakan Idris Syukur menyalahgunakan kewenangannya, baik saksi yang memeberikan keterangan maupun barang bukti.

"Sepanjang persidangan keterangan saksi dan bukti tertulis, tidak ada saksi ataupun alat bukti yang membuktikan delik penyalalahgunaan wewenang," ungkap Ismail.

Ismail juga menegaskan terkait mobil yang disangkakan merupakan hasil jual beli. Hal tersebut dibuktikan dengan kwitansi pembelian. Selain itu dari Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)  dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) tertera nama Ahmad Manda, Karyawan Bosowa selaku pemilik kendaraan.

"Secara jelas kepemilikan mobil dari keterangan saksi dan puhak kepolisian menyatakan bahwa mobil yersebut milik  Ahmad  Manda, BPKB, STNK semua atas anama Ahmad Manda dan itu hanya jual beli yang dibuktikan dengan kuitansi, itu bukan mobil perusahaan," ungkapnya. 

Loading...
Loading...