Sabtu, 01 Juni 2019 09:55 WITA

Abu Sayyaf Baku Tembak dengan Militer, Tawanan asal Belanda Tewas Saat Coba Kabur

Editor: Aswad Syam
Abu Sayyaf Baku Tembak dengan Militer, Tawanan asal Belanda Tewas Saat Coba Kabur
Abu Sayyaf

RAKYATKU.COM, FILIPINA - Jumat, 31 Mei 2019. Sebuah serangan tiba-tiba mengejutkan para kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Pulau Sulu. Serangan dadakan itu dari militer Filipina.

Saat para militan tengah konsentrasi menghadapi serangan, seorang tawanan asal Belanda, Ewol Horn, mengendap-endap hendak kabur.

Ketika melihat situasi memungkinkan dan merasa tidak ada yang memperhatikannya, dia lalu mencoba mengambil langkah seribu. Namun sayang, beberapa butir peluru menghentikan langkahnya. Bahkan menghentikan aliran napasnya.

Juru bicara militer Filipina, Komandan Satuan Tugas di Pulau Sulu Brigadir Jenderal Divino Rey Pabayo kemarin mengatakan, fotografer alam liar asal Belanda itu, ditawan militan Abu Sayyaf sejak 2012.

Dilansir dari Reuters, Horn saat itu bersama dengan rekannya, juru foto asal Swiss Lorenzo Vinciguerra. Diculik, ketika mereka sedang berlayar dari Pulau Tawi Tawi untuk mengambil gambar burung tujuh tahun lalu. Mereka kemudian dibawa ke Sulu. Vinciguerra berhasil melarikan diri pada 2014.

Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok mengatakan, pemerintah sudah mengabarkan keluarga Horn.

Loading...

"Saya sangat syok dengan kejadian ini," ujar Blok. "Saya sudah menghubungi keluarga. Saya akan menanyakan hal ini kepada sejawat saya di Filipina untuk klarifikasi lebih lanjut."

Dalam bentrokan senjata dengan pasukan Filipina di Kota Patikul itu enam anggota militan juga tewas. Termasuk istri pimpinan kelompok itu, Mingayan Sahiron. Mingayan adalah istri Radullan Sahiron, pemimpin kelompok ganas itu.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengutuk pembunuhan atas Horn tersebut, dan dia menyampaikan bela sungkawa kepada keluarganya.

"Kami berjanji akan mengejar pelakunya sampai ke ujung dunia dan menyeret mereka ke pengadilan," kata juru bicara presiden Salvador Panelo dalam pernyataan.

Loading...
Loading...