Jumat, 31 Mei 2019 20:54 WITA

Netanyahu Gagal, Pemilu Israel Diulang September

Editor: Abu Asyraf
Netanyahu Gagal, Pemilu Israel Diulang September
PM Israel, Benjamin Netanyahu

RAKYATKU.COM - Berakhir sudah kedigdayaan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dia gagal membentuk koalisi pemerintahan hingga tenggat waktu yang ditetapkan, Rabu tengah malam. 

Parlemen Israel sepakat membubarkan diri hari ini, Kamis (30/5/2019). Pemilu ulang akan digelar September 2019.

Sebanyak 74 anggota parlemen menyatakan setuju, dan 45 menolak pembubaran diri. Pemilu baru akan diselenggarakan 17 September 2019.

Setelah pemilu 9 April lalu, di mana partai Netanyahu, Likud, mendapat 35 dari 120 kursi di parlemen Israel, Knesset, Netanyahu tampaknya akan memecahkan rekor dan menjadi perdana menteri Israel untuk kelima kalinya. 

Tetapi setelah negosiasi sulit dan alot dengan kelompok ekstrem kanan, ia gagal menggalang mayoritas suara di parlemen untuk membentuk koalisi pemerintahan.

Anggota parlemen dari Partai Likud mendukung langkah pembubaran parlemen dan diadakannya pemilu ulang, untuk mencegah Presiden Reuven Rivlin memberikan kesempatan kepada fraksi parlemen lain untuk membentuk koalisi pemerintahan.

Loading...

Presiden Rivlin diduga kuat akan menunjuk pemimpin oposisi Benny Gantz, yang menuduh Netanyahu berusaha terus berkuasa, dan bukan memberikan kesempatan kepada proses politik untuk berjalan, untuk mengambil alih pembentukan koalisi.

Negosiasi enam pekan dengan kelompok-kelompok yang diperkirakan bisa bersekutu ternyata tidak membuahkan hasil. 

Fraksi ekstrem kanan sekuler Yisrael Beiteinu di bawah pimpinan mantan menteri pertahanan Avigdor Lieberman tidak bisa mencapai kata sepakat dengan sejumlah partai ultra-Orthodoks Yahudi lainnya, dalam hal wajib militer bagi warga Yahudi ultra-Orthodox, yang dituntut Yisrael Beiteinu.

Benyamin Netanyahu memerlukan lima kursi di parlemen yang diraih Yisrael Beiteinu, untuk mengokohkan mayoritas perolehan suara partainya di parlemen.

Sejatinya Netanyahu menghadapi masalah lebih besar, yang berkaitan dengan hukum. Dalam beberapa bulan ke depan PM Israel ini terancam sejumlah tuntutan pidana korupsi. Tuduhan antara lain mencakup penyogokan, penipuan dan pelanggaran kepercayaan.
 

Loading...
Loading...