Rabu, 29 Mei 2019 21:42 WITA

Biarkan Pungli Alshintan, Bupati "Senter" Keterlibatan Kadistan Bulukumba

Penulis: Rahmatullah
Editor: Aswad Syam
Biarkan Pungli Alshintan, Bupati
Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali saat ditemui di ruangannya, Rabu (29/5/2019). (Foto: A Rahmatullah/Rakyatku.com)

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Kasus pungutan liar (Pungli) Alat Mesin Pertanian (Alshintan) di Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Bulukumba, menjadi perhatian khusus Bupati Bulukumba, AM Sukri A Sappewali.

Hal ini terjadi setelah oknum pegawai DTPHP, memintai uang ke sejumlah petani dari Rp1,5 juta sampai Rp5 juta terus berulang. Bahkan kejadian ini pernah dilaporkan kelompok tani asal Bulukumpa, Rilau Ale, tahun 2015, 2016 lalu, dan kembali terjadi di tahun 2019 ini.

Bupati Bulukumba mengaku, tindakan yang dilakukan oknum pegawai DE sudah sangat keterlaluan, sehingga harus diberi sanksi tegas, bahkan dihilangkan dari dinas yang dulunya bernama pertanian itu.

"Ini tidak boleh lagi dibiarkan, saya sangat tidak suka orang yang memakan uang rakyat. Meski sudah dikembalikan, tapi enak saja, sudah nyolong lalu hilang perkara?. Dia harus disanksi," ujar AM Sukri saat ditemui di ruangannya, Rabu (29/5/2019).

Tak sampai di situ, Bupati Bulukumba melakukan pendalaman khusus terhadap keterlibatan Kepala DTPHP pada kasus pungli ini. Apalagi menurutnya, kejadian ini terus berulang di lingkungannya.

Loading...

"Pada rapat kemarin dengan sejumlah OPD, saya bahkan mengatakan ke Kadisnya (Ir. Harun), jangan-jangan kamu sekongkol karena beberapa kali terjadi di sana. Ini tidak boleh ada pembiaran" tegas Purnawirawan TNI berpangkat Kolonel ini.

Sekadar diketahui, berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat, DE mengakui melakukan pungutan terhadap masyarakat dengan beragam jumlahnya, sesuai dengan jenis mesin bantuan yang disalurkan.

DE juga telah melakukan pengembalian uang kepada kelompok tani yang dipungutinya.

Loading...
Loading...