Rabu, 29 Mei 2019 13:23 WITA

Jaksa KPK: Dapat Rp70 Juta, Menag Lukman Angkat Kanwil Jatim Walau Bermasalah

Editor: Abu Asyraf
Jaksa KPK: Dapat Rp70 Juta, Menag Lukman Angkat Kanwil Jatim Walau Bermasalah
Kakanwil Kemenag nonaktif Jawa Timur, Haris Hasanuddin

RAKYATKU.COM - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dalam posisi rawan. Jaksa KPK mengungkap bahwa dia menerima Rp70 juta dari Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin.

Hal itu diungkap jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2019).

Jaksa menguraikan, Haris sebelumnya menjabat kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari'ah Kanwil Kemenag Jatim. Dia sekaligus pelaksana tugas (Plt) kepala Kanwil Kemenag Jatim.

Haris bermaksud mendapatkan jabatan itu secara definitif. Namun keinginan itu terkendala syarat administrasi, yaitu tidak boleh menerima sanksi disiplin dalam lima tahun terakhir. Sedangkan Haris pernah disanksi disiplin pada tahun 2016. 

Ketua DPW PPP Jatim Musyaffa Noer lalu memberi saran agar meminta bantuan ke Romahurmuziy alias Romi, ketua umum PPP. Haris mengikuti saran tersebut.

Pada 17 Desember 2018, dia menemui Romi di kediamannya, meminta bantuan untuk menyampaikan hal itu kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Ternyata disambut baik Lukman. Dia berani pasang badan mengangkat Haris sebagai kepala Kanwil Kemenag Jatim walau ada rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang menyebutkan ketidaksesuaian seleksi jabatan tersebut karena Haris pernah mendapatkan hukuman disiplin.

loading...

Sebagai imbalannya, jaksa menyebut Haris memberikan uang total Rp70 juta pada Lukman dalam dua kali pemberian.

Pada 1 Maret 2019, Haris bertemu Lukman di Hotel Mercure Surabaya. "Dalam pertemuan tersebut Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa ia 'pasang badan' untuk tetap mengangkat terdakwa sebagai kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur," ujar jaksa.

Terdakwa saat itu memberikan uang kepada Lukman Hakim Saifuddin Rp50 juta.

Lalu, pada 9 Maret 2019 bertempat di Tebu Ireng Jombang, terdakwa memberikan uang sejumlah Rp20 juta kepada Lukman Hakim Saifuddin melalui Herry Purwanto.

Jaksa juga mengungkap bahwa Lukman sempat berkonsultasi dengan Janedjri M Gaffar, staf ahli Menteri Agama Bidang Hukum tentang cara mengangkat terdakwa sebagai kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Loading...
Loading...