Selasa, 28 Mei 2019 20:47 WITA

Malaysia Akan Kembalikan 450 Ton Sampah ke Negara Asalnya

Editor: Suriawati
Malaysia Akan Kembalikan 450 Ton Sampah ke Negara Asalnya
CNN

RAKYATKU.COM - Malaysia menolak untuk menjadi tempat pembuangan sampah dunia, dan akan mengembalikan 450 ton limbah plastik ke negara-negara pengirim.

Sampah-sampah itu diyakini dikirim dengan label yang salah, dan ternyata tidak dapat didaur ulang.

Yeo Bee Yin, menteri energi, sains, teknologi, lingkungan dan perubahan iklim, mengatakan plastik itu dikirim dari AS, Inggris, Australia, Jepang, Cina, Arab Saudi, Bangladesh, Belanda, dan Singapura.

Pada 24 April, Malaysia meluncurkan satuan tugas bersama untuk menindaklanjuti masalah meningkatnya impor limbah plastik ilegal.

Sejak saat itu, pihak berwenang telah melakukan 10 operasi. Lima kontainer limbah telah dikembalikan ke Spanyol bulan lalu.

Tahun lalu, China melarang impor limbah plastik sebagai bagian dari inisiatif untuk membersihkan lingkungannya. Langkah itu menyebabkan para perantara mencari tujuan baru untuk sampah mereka, termasuk Malaysia.

loading...

Laporan Greenpeace baru-baru ini menemukan bahwa selama tujuh bulan pertama tahun 2018, sampah plastik yang diekspor dari AS ke Malaysia lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Perselisihan mengenai impor sampah plastik juga terjadi di Filipina, di mana Kanada baru-baru ini melewatkan tenggat waktu 15 Mei untuk mengambil kembali berton-ton sampahnya.

Itu memicu pertikaian diplomatik, yang membuat Presiden Filipina Rodrigo Duterte menarik duta besarnya untuk Ottawa.

Tahun lalu pemerintah 187 negara setuju untuk menambahkan plastik ke Konvensi Basel, sebuah perjanjian yang mengatur perpindahan sampah dari satu negara ke negara lain, untuk memerangi dampak berbahaya dari polusi plastik di seluruh dunia.

Loading...
Loading...