Selasa, 28 Mei 2019 16:18 WITA

Kepala Imigrasi Terjaring OTT di Warkop, Satpam Bingung

Editor: Abu Asyraf
Kepala Imigrasi Terjaring OTT di Warkop, Satpam Bingung
Kepala Imigrasi Kelas I Mataram, Kurniadie. (FOTO: KOMPAS.COM)

RAKYATKU.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Kepala Imigrasi Kelas I Mataram, Kurniadie, Senin malam (27/5/2019). Diduga terkait suap izin tinggal warga negara asing.

Informasi yang diperoleh, Kurniadie diciduk di salah satu kedai kopi di pusat perbelanjaan Kota Mataram. 

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, ada delapan orang yang tertangkap. Semuanya dibawa ke Polda NTB untuk dilakukan pemeriksaan awal. 

"Mereka terdiri dari unsur pejabat dan penyidik imigrasi serta pihak swasta," kata Syarif di gedung KPK, Selasa (28/5/2019).

Penangkapan dilakukan setelah KPK memperoleh informasi dari masyarakat tentang dugaan pemberian uang kepada pejabat imigrasi setempat terkait dengan izin tinggal warga negara asing (WNA) di Nusa Tenggara Barat. 

Dari kegiatan ini, KPK juga menyita uang ratusan juta yang diduga merupakan barang bukti suap untuk mengurus izin di kantor imigrasi tersebut.

Sesuai dengan hukum acara, KPK diberikan waktu 24 jam untuk menentukan status hukum pihak yang ditangkap. 

Loading...

"Informasi lebih lengkap akan disampaikan saat konferensi pers di KPK," ujar Syarif.

Sementara itu, sejumlah satpam Kantor Imigrasi Mataram tampak bingung dengan datangnya jurnalis yang akan mengkonfismasi penangkapan atasannya. Mereka mengaku baru mendapat kabar tersebut hari ini. 

"Kami juga kaget. Ndak percaya atas kejadian itu. Kami ndak tahu apa-apa," kata salah seorang satpam yang menolak menyebutkan namanya seperti dikutip dari Kompas.com.

Pada bagian lain, aktivitas pelayanan di Kantor Imigrasi tetap berjalan. Hanya saja jam istirahat sampai pukul 14.00 wita, suasana kantor tampak lengang.

Di lobi tampak sebuah standing banner bergambar wajah Kepala Imigrasi Mataram, Kurniadie. Dia memberi isyarat tangan yang dilengkapi tulisan, "Katakan Tidak pada Korupsi."


 

Loading...
Loading...