Senin, 27 Mei 2019 13:58 WITA

"Aku Mencintaimu," Kata-kata Terakhir Fahima ke Suami Usai Dihantam Dongkrak

Editor: Aswad Syam
Ahmed Dawood Seedat dan Fahima Yusuf, bersama dua anak mereka.

RAKYATKU.COM, AUSTRALIA - Ahmed Dawood Seedat diam terpekur. Akuntan berusia 37 tahun itu, divonis 23 tahun bui di penjara Australia Barat, setelah terbukti membunuh istrinya, Fahima Yusuf (32). 

Itu setelah Hakim Bruno Fiannaca dari Pengadilan Tinggi Australia Barat, menjatuhkan vonis pada Senin, 27 Mei 2019.

"Pembunuhan itu sangat brutal, tidak berperasaan, dan pengecut," ujar Fiannaca.

Pembunuhan itu terjadi di rumah mereka di Carlisle pada 31 Agustus 2018.

Seedat telah merencanakan pembunuhan selama berminggu-minggu.

Dia sebelumnya mencari di situs pencari online, untuk istilah-istilah mengerikan seperti 'mengkremasi tubuh', 'tempat terbaik untuk menjatuhkan seseorang' dan 'mengubur seseorang hidup-hidup'.

Malam nahas itu, pria jahanam tersebut menghabisi istrinya dengan memukulkan dongkrak ke kepalanya. Saat itu, wanita yang dinikahinya selama delapan tahun itu tengah tertidur bersama anak-anaknya. 

Loading...

Fahima sempat bangun setelah pukulan pertama. Dia kaget melihat suaminya memegang dongkrak, memandangnya penuh amarah.

"Kenapa pa? Apa yang terjadi?" tanyanya dengan nada pelan, khawatir anak-anaknya terbangun.

Namun, pria itu terus mencekiknya. Hingga Fahima sekarat. Namun, sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Fahima sempat melontarkan kata terakhir ke Seedat.

"Aku mencintaimu," ujarnya pelan, lalu meninggal.

Seedat lalu mengubur korban di sebuah lubang yang dibuat oleh seorang kontraktor, yang dia perintahkan untuk memasang kolam bagi anak-anaknya, yang berusia dua dan lima tahun.

Loading...
Loading...