Sabtu, 25 Mei 2019 09:28 WITA

Tewas Gorok Leher Usai Bunuh Suami Istri, Motif Pembunuhan Masih Kabur

Editor: Aswad Syam
Tewas Gorok Leher Usai Bunuh Suami Istri, Motif Pembunuhan Masih Kabur
Polisi memasang garis polisi. Jasad korban masih terlihat di TKP pembunuhan di Murung Raya.

RAKYATKU.COM, MURUNG RAYA - Pembunuhan sadis menggegerkan warga Desa Karali, Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya. Pasangan suami istri, Ukusnadi (45) dan Astumi Giat (38), tewas mengenaskan di kebun karet Kelurahan Saripoi RT 3, Kecamatan Tanah Siang, Kamis (23/5/2019) siang. Pelakunya adalah Barson (45).

Sayang, usai membunuh korban, Barson menggorok leher sendiri hingga tewas. Akibatnya, motif pembunuhan masih kabur.

Kapolres Murung Raya AKBP Esa Estu Utama SIK melalui Kapolsek Tanah Siang Iptu Dig Suprio seperti dilansir Tabengan.com, membeber kronologis peristiwa sadis itu.

Kamis, 23 Mei 2019. Sekitar pukul 13.30 WIB. Anja Lesmana, putra dari kedua korban, bersama pelaku berangkat dari rumah di Desa Karali menuju pondok orang tuanya di kebun karet RT 3 Kelurahan Saripoi.

Sampai di tempat itu, pelaku sempat ngobrol dengan Astumi Giat, ibu Anja Lesmana. Setelah itu wanita tersebut berangkat untuk menyadap karet. Tak lama berselang, pelaku juga menyusul. Alasannya ada yang mau disampaikan kepada wanita tersebut.

Tidak berapa lama kemudian, pelaku kembali lagi ke pondok. Tiba di pondok itu, pelaku mencoba menusukkan pisau ke bagian dadanya. Anja yang melihat itu, segera kabur sambil membawa adiknya. 

Remaja yang masih duduk di bangku SMP itu, kemudian menuju pondok milik Santoso (23) dan menceritakan semua kejadian itu. 

Selanjutnya, Anja dan Santoso kembali ke Desa Karali, menceritakan semua itu kepada warga.

Ditemani Santoso dan Anja, warga kembali ke kebun untuk mencari korban. Saat berada di pinggir jalan dekat kebun, Anja melihat pelaku duduk di pinggir jalan dalam keadaan sudah terluka di bagian leher dan berlumuran darah.

Loading...

Melihat hal itu Anja dan Santoso tetap mencari orang tuanya di kebun. Begitu tiba di kebun, Anja menemukan ibunya sudah tewas dalam posisi telungkup di tanah dengan luka di bagian leher. Kemudian dibantu warga, Anja juga menemukan ayahnya tewas dengan kondisi mengenaskan, tak jauh dari ibunya.

Pelaku sempat dibawa ke RSUD Puruk Cahu untuk diberi pertolongan, tapi nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Kapolsek mengaku kesulitan mengungkap motif pembunuhan, karena pelaku juga tewas.

“Sayangnya kedua korban dan pelaku sudah meninggal dunia, makanya kita tidak mengetahui motif dari pembunuhan itu,” ujar Kapolsek.

Sementara itu, dari keterangan saksi Santoso, pada saat itu pelaku tampak mencari keberadaan pasutri tersebut dari kampung, sampai ke lokasi kebun tempat kedua korban bekerja menyadap karet.

“Saat di pondok, pelaku terlihat mondar-mandir dari pondok menuju lokasi kebun sebanyak dua kali, sambil membawa sebilah mandau. Setelah kedua kalinya, anak korban terkejut melihat pakaian yang dipakai pelaku berlumuran darah,” jelasnya.

Menurut saksi, saat didekati dan ditanya oleh Anja Lesmana, kenapa baju berlumuran darah, pelaku tidak menjawab dan langsung menghujamkan senjata tajam yang dipegang ke tubuhnya sendiri.

“Merasa dihalangi niatnya ingin bunuh diri pelaku marah, sehingga membuat Anja berlari ke arah jalan menuju desa untuk menyelamatkan diri sembari membawa adiknya yang masih bayi,” ujar Santoso.

Loading...
Loading...