Sabtu, 25 Mei 2019 05:00 WITA

Kisah di Balik Dua Pedagang yang Dipanggil Jokowi ke Istana

Editor: Abu Asyraf
Kisah di Balik Dua Pedagang yang Dipanggil Jokowi ke Istana
Dua pedagang yang diundang ke Istana oleh Presiden Jokowi, Jumat (24/5/2019).

RAKYATKU.COM - Abdul Rajab (62) dan Ismail (68) tak pernah bermimpi masuk ke Istana Presiden. Kedua pedagang itu pun telah memasrahkan jualannya menjadi korban penjarahan dalam aksi 21-22 Mei 2019.

Justru ketika dia mengikhlaskan barang dagangannya itu, pertolongan datang. Mendadak dia dipanggil Presiden Jokowi ke Istana. Kisah mereka yang menjadi korban penjarahan beredar luas lewat berita media massa dan media sosial.

"Pas kejadian, anak-anak telepon kita, kasih kabar 'ini dijarah-jarah' katanya. Sudahlah, bukan rezeki kita, rezeki orang itu. Ya sudahlah, mau bikin apa kita, ya kan? Namanya massa he he he....," kata Abdul usai bertemu Jokowi.

Rajab sebenarnya sudah menutup warungnya sejak pukul 22.00 WIB. Dia ingin beristirahat di rumah. Belum lama melepas lelah, Rajab menerima kabar warung kopinya dijarah. Betapa kagetnya Rajab, tak ada barang dagangan tersisa di warung kopinya.

"Soalnya, saya sudah lelah, saya pulang, sudah nggak kuat. Kita kan dari tanggal 21 di sini, nggak pulang-pulang. Tanggal 22 sudah lelah, ya kita pulanglah ya," kata Rajab.

Rajab menaksir kerugian yang dialaminya mencapai Rp50 juta. Rajab menguatkan hati. Dia mengatakan akan kembali berjualan di tempat yang sama.

Loading...

Kisah itu juga sempat dia ceritakan kepada presiden. Mereka datang dengan mengenakan kemeja batik plus kopiah putih.

Ismail, korban lainnya, mengaku berjualan di samping Pos Polisi Sabang.

"Kalau saya yang hilang makanan, Indomie, kopi, telur. Kan namanya dagang di samping pos jadi ikut dibakar. Yang sebagian (massa) ada yang bilang enggak boleh dibakar, tapi ada lagi satu orang datang bilang udah bakar saja," cerita Ismail.

Setelah pertemuan, Abdul mengaku mendapatkan bantuan dari Jokowi. Namun ia tidak tahu jumlahnya. "Alhamdulillah Pak Presiden bantu kita. Kita bisa berusaha lagi," ujar Abdul.
 

Loading...
Loading...