Sabtu, 25 Mei 2019 04:00 WITA

Langkah Humanis Anies, Besuk Pedemo, Bersihkan Jalan, hingga Sapa TNI-Polri

Editor: Abu Asyraf
Langkah Humanis Anies, Besuk Pedemo, Bersihkan Jalan, hingga Sapa TNI-Polri
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbincang dengan polisi di sekitar Bawaslu.

RAKYATKU.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil langkah tak populer di tengah aksi 21-22 Mei 2019. Sikapnya yang membesuk pedemo yang terluka sempat dipertanyakan.

Tak hanya itu, Anies juga sempat mengusung keranda mayat pedemo yang meninggal dunia. Dia tampak mengenakan seragam dinas, baju putih dan celana biru.

Anies juga melaporkan jumlah korban tewas setiap saat. Mulai dari enam korban tewas lalu bertambah jadi delapan orang. Dia juga memandu Dinas Kesehatan agar melayani para korban kekerasan secara gratis.

Sikapnya itulah yang dipertanyakan. Banyak yang menilai, Anies cenderung mendukung demonstran. Itu dihubung-hubungkan dengan sikap politik Anies yang berada di barisan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Namun, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu punya jawaban tersendiri. Dia menegaskan bahwa aktivitasnya saat itu justru bertujuan menenangkan warga agar tak marah. 

"Justru itulah yang dilakukan untuk menenangkan. Bayangkan ketika ada peristiwa kematian, lalu kematian itu jadi martir, lalu menggerakkan seluruh kampung, menggerakkan warga untuk berbondong-bondong marah karena kejadian itu," kata Anies seperti dikutip dari Detikcom, Jumat (24/5/2019). 

Loading...

Langkah Humanis Anies, Besuk Pedemo, Bersihkan Jalan, hingga Sapa TNI-Polri

Anies mengatakan, sebagai kepala daerah, ia bertugas menenangkan massa agar tidak semakin emosional melihat adanya korban. Anies lalu membandingkan kerusuhan 1998 dengan yang terjadi kemarin. Dia mengatakan sebelumnya pemerintah tidak datang menjenguk korban. Kemarin Anies menyatakan rasa pedulinya dengan mendatangi korban. 

"Justru saya harus ke sana, harus menenangkan dan itu pesan yang saya sampaikan di sana. Bahwa supaya tenang, tidak ada satu pun yang mengharapkan kejadian seperti itu. Bandingkan dengan tahun 1998, ada tidak negara yang datang ke tempat yang meninggal, menyebar kemudian," kata Anies.

Anies tak hanya mengunjungi demonstran. Dalam foto-foto yang ia bagikan di Facebook, mantan rektor Universitas Paramadina itu tampak ikut menyapa anggota TNI dan Polri yang bertugas. Anies bahkan sempat berdialog dengan mereka.

Loading...
Loading...