Sabtu, 25 Mei 2019 02:30 WITA

Dua Gadis Jual Keperawanan Rp260 Juta, Tak Sadar Peminatnya Polisi yang Menyamar

Editor: Abu Asyraf
Dua Gadis Jual Keperawanan Rp260 Juta, Tak Sadar Peminatnya Polisi yang Menyamar
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Polisi berhasil membongkar kasus penjualan keperawanan gadis di bawah umur. Tidak tanggung-tanggung, mereka memasang tarif Rp133 juta per orang.

Dikutip dari Daily Mirror, Jumat (24/5/2019), dua gadis itu berasal dari Sekolah Nomor 1561 di Yasenevo, sebuah distrik mewah di Moskwa, Rusia. 

Mereka berencana menjual keperawanan di sebuah kota yang berjarak sekitar 48 kilometer. Dia memanfaatkan seorang perantara berusia 18 tahun. 

Polisi kemudian melakukan penyamaran dan bertemu dengan si perantara di sebuah kafe terkenal bernama Kafenda untuk menerima uang sebesar 1,2 juta rubel atau Rp267 juta. 

Artinya, setiap remaja itu menjual keperawanan mereka seharga 600.000 rubel atau Rp133,5 juta. 

Polisi mengaku sebagaI pembeli. Perantara itu menawarkan kedua gadis itu kepada si calon pembeli untuk berhubungan seks. 

Loading...

"Si perantara mematok harga bagi jasa seks gadis di bawah umur," terang polisi. 

Si perantara yang bernama Artemiy T dijerat dengan pasal membujuk gadis di bawah umur ke dalam prostitusi dengan ancaman meringkuk di dalam penjara. 

Sementara dua remaja tersebut juga bakal dibawa ke kantor polisi. Mereka tak bakal dijatuhi pasal meski laporan yang berkembang mengungkapkan mereka ke sana atas keinginan sendiri. 

Harian lokal Komsomolskaya Pravda yang mengutip sumber kepolisian menerangkan, dua gadis itu yang justru meminta bantuan perantara untuk menjual keperawanan mereka. 
 

Loading...
Loading...