Sabtu, 25 Mei 2019 06:00 WITA

Berusia 193 Tahun, Sahabat Soekarno Berwasiat Dimakamkan dengan Dentuman Petasan

Editor: Abu Asyraf
Berusia 193 Tahun, Sahabat Soekarno Berwasiat Dimakamkan dengan Dentuman Petasan
Mbah Arjo Suwito

RAKYATKU.COM - Mbah Arjo Suwito mungkin manusia tertua di Indonesia. Dia meninggal Selasa malam (21/5/2019) dalam usia 193 tahun. Uniknya, dia minta dimakamkan dengan dentuman petasan.

Mbah Arjo Suwito meninggal di Dusun Sukomulyo, Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Dia sempat dirawat di RSUD Mardi Waluyo, Wlingi. Dia dimakamkan di TPU Sukomulyo, Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Rabu siang (22/5/2019).

"Kalau wasiatnya saat masih gerah di rumah sakit, mbah Arjo minta agat saat mayatnya diangkat dari rumah duka, untuk dibawa ke makam, agar dibunyikan petasan dua. Itu juga kami turuti," kata Widodo, kepala Desa Gadungan seperti dikutip dari Tribunjatim.com.

Mbah Arjo juga berwasiat, agar saat jasadnya dimasukkan liang lahat, juga disambut dengan dua suara petasan. 

Selama hidupnya, Mbah Arjo bertugas menjadi juru kunci Candi Branjang. Dia mendapatkan gaji dari pemerintah. Dia enam kali menikah. Lima istri sebelumnya meninggal dunia. Dari enam istri itu, dia dikaruniai 18 anak. Namun, tinggal satu orang yang masih hidup.

Semasa zaman perjuangan, Mbah Arjo mengaku sering bertemu Bung Karno dan Supriadi, pahlawan pembela tanah air (PETA). Dia sempat disuruh menemani Bung Karno saat melakukan ritual di lerang Gunung Gedang, yang kini berdiri bangunan gubuknya itu.

"Saat itu, saya sudah tua, Pak Karno dan Pak Supriadi, masih jejaka, sehingga kalau memanggil saya, mbah," papar mbah Arjo.

Katanya, dirinya bisa kenal dengan Bung Karno dan Supriadi, melalui kontak batin. Akhirnya, mereka bertemu pada suatu malam, dan disuruh menemani ritual di lereng Gunung Kelud itu.

"Kalau ritual, saya hanya duduk di sampingnya, sampai terdengar ayam berkokok. Namun, antara pak Karno dan Pak Supriadi, seingat saya tak pernah melakukan ritual bersama di sini. Saat itu, saya lupa sedang terjadi peristiwa apa di Indonesia, namun sepertinya belum kemerdekaan," paparnya, yang mengaku saat masih sering ketemu Bung Karno itu dirinya sudah menikah enam kali.

Loading...
Loading...

Berita Terkait