Jumat, 24 Mei 2019 14:14 WITA

Jadi Penyadap Karet Demi Besarkan Anak-anaknya, Saat Lumpuh Ayah Ditinggal

Editor: Aswad Syam
Jadi Penyadap Karet Demi Besarkan Anak-anaknya, Saat Lumpuh Ayah Ditinggal
Seorang ayah stroke dan ditinggalkan oleh 4 orang anaknya.

RAKYATKU.COM, MALAYSIA - Kita hanya bisa membayangkan rasa sakit dan kecewa yang harus dialami ayah ini setiap hari.

Seorang pria berusia 46 tahun yang sangat mencintai anak-anaknya, sedih ditinggalkan setelah dia terkena stroke. 

Sekarang, dia tinggal di Rumah Ehsan, rumah kesejahteraan yang khusus merawat warga lanjut usia.

Menurut Sinar Harian, pria itu, yang hanya ingin dikenal sebagai Awang, dulu bertugas di Angkatan Bersenjata Malaysia dan terikat pada divisi artileri. Meskipun ia pensiun dari militer sekitar sepuluh tahun lalu, Awang terus mencari nafkah sederhana melalui penyadapan karet. 

Dengan sedikit uang yang ia hasilkan, ia berhasil membesarkan keempat anaknya.

Sayangnya, ia lumpuh sebagian dua tahun lalu, dan ketiga putra dan putrinya mengabaikannya.

“Istri saya meninggal beberapa tahun lalu dan kesehatan saya mulai memburuk. Saya menderita asma dan tekanan darah tinggi sebelum terkena stroke," ujarnya.

Loading...

“Saya menyesal memanjakan anak-anak saya. Saya bahkan membayar RM10.000 sebagai mahar (untuk mereka) tetapi ketika saya membutuhkan bantuan mereka untuk mengirim saya ke klinik, tidak ada yang datang untuk membantu saya. Alasannya adalah istri mereka tidak mengizinkan mereka," tambahnya.

“Saya sudah memberi mereka mobil, motor, dan uang walaupun saya tidak memiliki keuangan yang baik, tetapi ketika saya lumpuh, anak-anak saya menjadi orang asing,” curhat Awang.

Yang lebih memilukan adalah ketika Awang masih tinggal bersama salah satu anaknya, ia dibawa ke rumah sakit di KL untuk perawatan lanjutannya. Namun, sedikit yang dia tahu pada waktu itu bahwa anak itu berencana untuk meninggalkannya di sana. Selama setahun, ia ditinggalkan sendirian di rumah sakit dan tidak ada yang datang mengunjunginya. 

“Tidak ada anak-anak saya yang datang mengunjungi saya, bahkan selama bulan puasa dan Hari Raya Puasa tahun lalu. April ini, saya dibawa ke sini (Rumah Ehsan) dan saya sudah tidak punya perasaan terhadap anak-anak saya lagi," tambahnya.

"Bahkan jika aku mati, tolong jangan beri tahu mereka karena aku tidak ingin memikirkan mereka lagi," kata sang ayah pedih.

Loading...
Loading...