Jumat, 24 Mei 2019 14:03 WITA

Suaranya Jelek Saat Menyanyi Karaoke, Dua Pria Babak Belur Dikeroyok

Editor: Aswad Syam
Suaranya Jelek Saat Menyanyi Karaoke, Dua Pria Babak Belur Dikeroyok
Rekaman CCTV saat korban dipukuli (kiri), Ilustrasi (kanan).

RAKYATKU.COM, TIONGKOK - Bernyanyi karaoke adalah salah satu cara paling sehat untuk mengurangi stres. Namun, jika Anda tidak hebat dalam menyanyi, mungkin Anda harus melakukannya dengan lebih hati-hati, atau di sekitar teman yang sangat dekat.

Contohnya, kedua pemuda ini dipukuli hanya karena nyanyian mereka dianggap mengganggu oleh yang lain. 

Peristiwa ini terjadi di sebuah ruang karaoke di Heilongjiang, China baru-baru ini (Mei 2019), seperti dilansir Oriental Daily.

Selama waktu kejadian, keduanya sedang bersantai di ruang tunggu. Tidak lama kemudian, salah satu dari mereka bangkit dan bernyanyi keras-keras ke mesin karaoke. Tiba-tiba, seorang asing menghampirinya dan menunjukkan bahwa nyanyiannya tak tertahankan, dan bahkan membuat beberapa gerakan provokatif. 

Namun, tidak ada konfrontasi fisik yang tercatat pada saat itu ketika orang asing itu keluar dari ruang setelah itu.

Merasa tertantang, keduanya mengikuti pria itu dan bertemu dengan sekelompok orang di luar ruang tunggu. 

Loading...

Perkelahian segera pecah dan seperti yang diharapkan, duo yang kalah jumlah dipukuli sampai terkapar di tanah oleh lima orang. Para penyerang baru berhenti setelah dua menit dan melanjutkan perjalanan.

Polisi disiagakan dan semua tersangka ditangkap sebelum dibawa kembali ke kantor.

"Jujur jika mereka tidak keluar (dari ruang tunggu), kita akan berada di jalan kita," kata salah satu tersangka, menambahkan bahwa dia tidak mengharapkan duo untuk mengikutinya, karena dia bersama empat pria lainnya pada waktu itu.

Insiden ini menjadi viral online dan beberapa warganet nakal menunjukkan bahwa berita ini mengingatkan mereka pada sebuah adegan dari Shaolin Soccer.

Bagi para korban, mereka hanya menderita luka ringan akibat pemukulan dan tersangka sedang diperiksa karena kejahatan mereka.

Loading...
Loading...