Kamis, 23 Mei 2019 20:17 WITA

3 Fakta Tersangka Penyelundupan Senjata Ilegal, Eks Danjen Kopassus Soenarko

Editor: Adil Patawai Anar
3 Fakta Tersangka Penyelundupan Senjata Ilegal, Eks Danjen Kopassus Soenarko
Eks Danjen Kopassus Soenarko, Tersangka Penyelundupan Senjata Ilegal

RAKYATKU.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menyebut, mantan Komandan Jenderal Kopassus Mayor Jenderal Purnawirawan Soenarko telah ditetapkan tersangka atas dugaan memiliki dan menguasai senjata api ilegal.

"Mayjen Soenarko dan sekarang sudah menjadi tersangka dan sudah ditahan di Rutan Polisi Militer Guntur," kata wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Penangkapan Soenarko dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu, 19 Mei 2019. Saat ditangkap petugas, dia tengah bersama sopir pribadinya dan seorang tentara aktif.

Guna penyelidikan lebih lanjut, mantan Danjen Kopassus Mayjen Soenarko kini ditahan di Rutan Polisi Militer Guntur.

Berikut fakta penangkapannya hingga menjadi tersangka:

1. Ditangkap di Bandara Soetta

Soenarko dikabarkan ditangkap di Bandara Soetta, Minggu malam, 19 Mei 2019. Sebelum akhirnya ditahan di Rutan Polisi Militer Guntur, penyidikan telah dilakukan di Markas Puspom TNI, Cilangkap.

"Tadi malam telah dilakukan penyidikan terhadap oknum yang diduga sebagai pelaku pada waktu bersamaan oleh penyidik dari Mabes Polri dan penyidik dari POM TNI," kata Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi, Selasa (21/5/2019).

Hal ini dilakukan lantaran salah satu oknum yang diduga pelaku berstatus sipil (Mayjen [Purn] S, sedangkan satu oknum lainnya berstatus militer (Praka BP).

Saat ini purnawirawan jenderal tersebut ditahan di Rutan Militer Guntur dan berstatus tahanan Bareskrim Mabes Polri.

2. Diciduk Bersama Sopir Pribadinya

Seperti diinfokan sebelumnya, Soenarko tak sendiri saat ditangkap. Pria berinisial B yang diduga sopir pribadinya ikut diamankan.

Loading...

Bersamaan dengan keduanya, penyidik juga menangkap seorang tentara aktif berpangkat Praka dengan inisial BP.

Saat Mayjen Sisriadi disinggung soal jenis senjata berjenis senapan serbu M4 yang diselundupkan, Kepala Pusat Penerangan TNI ini belum bisa memberikan konfirmasi.

"Saya tidak bisa memberikan detailnya," kata Sisriadi.

3. Selundupkan Senjata untuk Aksi 22 Mei?

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebut pemerintah telah mengidentifikasi kelompok yang ingin berbuat anarkistis dan mengganggu keamanan pada 22 Mei 2019 mendatang.

Pihak intelijen juga disebut telah berhasil menangkap kelompok yang menyelundupkan senjata untuk mengacaukan aksi 22 Mei.

"Intelijen kita sudah menangkap adanya upaya menyelundupkan senjata. Kita tangkap, ada senjata. Orangnya ini sudah sedang diproses," kata Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan Jakarta, Senin, 22 Mei kemarin.

Upaya tersebut menurutnya sengaja dilakukan oleh kelompok- untuk mengacaukan aksi 22 Mei. Caranya dengan menembak ke kerumunan sehingga seolah-olah tembakan tersebut berasal dari TNI-Polri.

"Itu menjadi trigger berawalnya sebuah kondisi chaos," jelas Moeldoko.

Dia pun menyarankan agar masyarakat tak datang melakukan unjuk rasa di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei nanti.

"Kalau memang menuju pada suatu area tertentu membahyakan, ya jangan datang," ucap mantan Panglima TNI itu.

Tags
Loading...
Loading...