Kamis, 23 Mei 2019 08:21 WITA

Kronologi Tewasnya Gadis dengan Celana Melorot di Kebun Jagung

Editor: Aswad Syam
Kronologi Tewasnya Gadis dengan Celana Melorot di Kebun Jagung
Ari Saputra, terpaksa ditembak pada bagian kaki kanan, karena berusaha melarikan diri dari kejaran petugas.

RAKYATKU.COM, SIMALUNGUN - Selasa, 21 Mei 2019. Warga dikejutkan dengan sesosok mayat wanita, tergeletak di perladangan ubi di Huta II, Nagori Silinduk, Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun.

Celananya melorot. Kondisinya telungkup mengenakan kaus dan celana panjang bercorak warna ungu. Di kepalanya, terdapat bekas luka sobek.

Setelah diidentifikasi, ternyata korban adalah Novita Dewi (18). 

Ayah korban, Joko Priyono yang ditemui di Ruang Instalasi Jenazah RSUD Djasamen Saragih, mengatakan, pada Jumat, 17 Mei 2019, subuh, anaknya meninggalkan tempat kerjanya.

Kepada teman-teman kerjanya, Novita beralasan akan mengambil jilbab ke rumah.

Ternyata, subuh itu, dia pergi dengan Ari Saputera (22). Ari membawa Novita ke sebuah perkebunan ubi. 

Di situ pelaku mengajak korban bersetubuh. Namun, korban menolak mentah-mentah.

Kanit Jatanras Polres Simalungun Iptu Hengki Siahaan mengungkapkan, tersangka kemudian memaksa korban dengan mempeloroti celananya, dia lalu memperkosa korban dan mencekik lehernya.

Ternyata, akibat cekikan itu, Novita tewas. Namun, Ari masih meneruskan perbuatan cabulnya.

Loading...

"Tetapi, saat itu pelaku sempat tidak menyadari bahwa korban meninggal dunia. Jadi dia memperkosa mayat Novita," ujar Iptu Hengki sebagaimana dilansir dari Tribunnews.

Usai melakukan tindakan kejinya, tersangka membuang korban di perladangan ubi di Huta II, Nagori Silinduk, Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun.

Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap tersangka.

Polisi meringkus Ari dari rumah warga yang tidak jauh dari lokasi kejadian sekitar pukul 04.00 WIB pagi, Rabu (22/5/2019).

Saat hendak ditangkap, tersangka mencoba kabur. Polisi terpaksa melepaskan tembakan ke arah kaki tersangka.

Tampak raut wajah sedih dari wajah ayah Novita, Joko Priyono. Diakuinya selama ini bahwa Novi adalah anaknya yang paling peduli terhadap dirinya.

"Dia ini paling sayang sama aku. Dari kecil sampai sekarang aku gak pernah mukul dia. Ini kok tega anakku dibunuh," ujarnya.

Loading...
Loading...