Rabu, 22 Mei 2019 23:31 WITA

Aksi 22 Mei, Ratusan Massa Berkumpul di Makassar

Penulis: Azwar Basir
Editor: Aswad Syam
Aksi 22 Mei, Ratusan Massa Berkumpul di Makassar
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Dwi Ariwibowo

RAKYATKU.COM, RAKYATKU.COM - Ratusan massa berkumpul di Makassar melakukan aksi unjuk rasa 22 Mei, terkait penolakan hasil pemilu 2019 yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Massa unjuk rasa ini membawa atribut bertuliskan tuntutannya dan penolakan terhadap hasil pengumuman Pilpres kemarin. Ratusan massa ini menduduki beberapa titik, seperti di KPU dan Bawaslu. 

Aksi ini sendiri berpusat di depan Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat di Jalan Jenderal Sudirman.

Ketua Forum Umat Islam Bersatu Sulsel, Muchtar Dg Lau menilai, hasil pemilu yang dikeluarkan KPU tidak jujur dan terkesan dibuat-buat.

"Hari ini kita kembali turun ke jalan untuk menuntut hasil pemilu yang jujur, bukan yang di buat-buat. Karena ketika kejujuran ditegakkan maka hal-hal seperti ini tidak terjadi, tidak perlu lagi orang turun ke jalan, apalagi secara sistematis, terstruktur, masif gerakan-gerakan dari salah paslon tentu tidak mendidik, pada bangsa Indonesia, karenanya bisa merusak demokrasi," jelasnya.

Selain itu, kata Muchtar, pihaknya juga menuntut agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan, karena keputusan KPU yang dianggap menganggu stabilitas keamanan.

Loading...

"Karenanya Forum Umat Islam Bersatu Sulsel, menginginkan tidak ada lagi korban seperti yang terjadi di Jakarta. Karena ini membuat negara dalam keadaan genting," katanya.

Terpisah, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Dwi Ariwibowo menjelaskan, pihaknya sudah menurunkan 1.300 personelnya di lokasi tersebut, dari 2.200 yang disiapkan untuk mengawal aksi di berbagai titik vital seperti Kantor KPU, dan Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu).

"Jadi hari ini kita akan melaksanakan pengamanan pasca pengumuman oleh KPU RI, dimana kita hari ini turunkan 2200 personel untuk pengamanan di Makassar, khusus untuk di Mandala saya siapkan 1.300 untuk pengamanan. Untuk titik aksi terpusat di Mandala," katanya. 

Sementara untuk pola pengamanannya, katanya, pihaknya akan melakukan pola pengamanan persuasif kepada peserta aksi, namun jika ada kegaduhan yang terjadi, anggota akan menindak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Tapi untuk saat ini saya akan melakukan pengamanan secara persuasif, karena masyarakat Makassar patuh dan taat atas aturan dan patuh terhadap hukum sopan dan santun. Itulah masyarakat Makassar," tutupnya. 

Loading...
Loading...