Rabu, 22 Mei 2019 22:20 WITA

"Jokowi di Johar, Ayo Kita Serang," Hasutan Provokator di WAG

Editor: Aswad Syam
Suasana kerusuhan di Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. (Foto: Agung Pambudhy/Detikcom)

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Selain adanya seruan untuk melakukan penyerangan, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol R Argo Yuwono, juga membeber ajakan untuk menyerang Jokowi lewat WhatsApp Grup (WAG).

Menurut Argo, dalam grup WA tersebut, pelaku juga menuliskan kalimat provokatif berbunyi, "Jokowi di Johar, ayo kita serang."

Provokator tersebut sudah ditangkap, bersama 257 tersangka. Mereka ditangkap di tiga lokasi berbeda, sekitar gedung Bawaslu, Petamburan, dan Gambir. 

Dalam penangkapan itu, juga ada barang bukti berupa amplop berisi uang hingga Rp5 juta. Selain celurit dan batu.

Loading...

"Saya sampaikan, Petamburan ada uang yang di amplop, ada nama-namanya untuk siapa, angka Rp200 ribu sampai Rp500 ribu berisi uang. Ada uang Rp5 juta juga untuk operasional," jelas Argo dalam konferensi pers.

Terkait ulah provokator via WhatsApp Group, pemerintah melakukan pemblokiran terhadap fitur gambar dan video di aplikasi tersebut. Menko Polhukam Wiranto menegaskan, pemblokiran itu upaya mengamankan negeri.

"Saya juga menyesalkan ini harus kita lakukan, tapi ini suatu upaya untuk mengamankan negeri yang kita cintai ini," kata Wiranto dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, hari ini.

Loading...
Loading...