Rabu, 22 Mei 2019 13:07 WITA

Moeldoko Sebut TNI-Polri Tak Bawa Peluru Tajam, Warga Kumpul Selongsong

Editor: Abu Asyraf
Moeldoko Sebut TNI-Polri Tak Bawa Peluru Tajam, Warga Kumpul Selongsong
Selongsong peluru yang ditemukan warga di Jalan Jati Baru, Rabu (22/5/2019).

RAKYATKU.COM - Tewasnya seorang pengunjuk rasa asal Depok, Farhan Safero (31) masih misterius. Dia tertembus peluru pada pangkal leher. Siapa punya peluru?

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko mengatakan, dalam rapat di Kemenko Polhukam disepakati petugas TNI-Polri tidak membawa peluru tajam saat menghadapi pengunjuk rasa.

Polisi hanya dibekali peluru karet, gas air mata, dan perlengkapan lain yang tidak berakibat fatal. Hal itu dilakukan, kata Moeldoko, untuk menghindari tudingan kepada TNI-Polri.

Menurutnya, jika ada massa yang tertembak, maka TNI-Polri akan langsung dituding sebagai pelakunya. Padahal, bisa jadi pihak ketiga yang melakukannya.

Faktanya, seorang pengunjuk rasa tewas tertembus peluru tajam di Petamburan. Farhan Safero tertembus peluru pada bagian dada atas atau pangkal leher.

Di tengah bentrokan dengan polisi di Jalan Jati Baru, Jakarta Pusat, massa sempat mengumpulkan selongsong peluru yang berserakan di jalan.

Loading...

Keributan massa di Jalan Jati Baru pecah sekitar pukul 09.30 pada Rabu (22/5/2019). Massa merusak sejumlah fasilitas umum dan membakar sejumlah barang di lokasi.

Polisi tak lama kemudian datang ke lokasi dan mencoba membubarkan aksi. Polisi terus menembakkan gas air mata ke arah massa.

Massa juga menyasar ke asrama Polri yang berada hanya beberapa meter dari lokasi kejadian. Di lokasi itu, juga terdapat Polsek Gambir.

Kericuhan baru reda setelah pasukan TNI merapat ke lokasi. Mereka meminta warga membubarkan diri dan mendapat sambutan positif. "Hidup TNI, hidup TNI," ujar pedemo.


 

Loading...
Loading...