Rabu, 22 Mei 2019 10:41 WITA

Ketua DPR Minta Polisi Tak Terpancing Penumpang Gelap

Editor: Abu Asyraf
Ketua DPR Minta Polisi Tak Terpancing Penumpang Gelap
Pengunjuk rasa menggelar salat magrib di depan kantor Bawaslu RI, Selasa (21/5/2019).

RAKYATKU.COM - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap polisi menghindari gesekan dengan pengunjuk rasa. Petugas keamanan diminta tetap humanis.

Politikus Partai Golkar itu mengingatkan kemungkinan adanya "penumpang gelap" yang menyusup dalam aksi 22 Mei. Mereka sengaja memancing aparat untuk melakukan tindakan represif.

"Saya mengimbau kepada seluruh aparat keamanan yang bertugas di lapangan agar bisa menahan diri dan tidak terprovokasi oleh pengunjuk rasa," kata Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, Rabu (22/5/2019).  

Menurutnya, penumpang gelap itu memang menargetkan agar terjadi rusuh. Mereka memancing aparat marah dan bertindak anarki sehingga menimbulkan chaos. 

"Aparat walau dalam kondisi lelah, harus tetap humanis namun tegas dalam menegakan peraturan dan perundang-undangan terkait penanganan ketertiban umum, dan keamanan negara," lanjut Bamsoet.

Sementara kepada pengunjuk rasa, Bamsoet mngimbau agar menghormati rekapitulasi Pemilu 2019 yang telah ditetapkan KPU. Dia meminta massa aksi berdemo dengan tertib dan damai. 

"Hindari perilaku anarkisme yang hanya akan merugikan diri sendiri dan masyarakat. Kita tentu tidak ingin melihat terjadinya konflik horizontal akibat ketidaksepahaman dalam menyikapi hasil Pemilu," ujarnya.

"Silakan mengemukakan pendapat dan unjuk rasa selama masih dalam koridor hukum dan undang-undang. Saya mengingatkan kembali kepada para pemgunjuk rasa agar mewaspadai adanya penumpang gelap atau penyusup yang akan memanfaatkan situasi unjuk rasa untuk menciptakan 'martir'," imbuh Bamsoet.

Loading...

Bamsoet kemudian memuji capres Prabowo Subianto yang berencana melayangkan gugatan hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dia berharap Prabowo menggaungkan kepada para pendukungnya agar melakukan kegiatan yang sesuai konstitusi.

"Saya memberikan apresiasi kepada sikap kenegarawanan Bapak Prabowo yang telah mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan mengimbau para pendukungnya agar tetap tenang dan menempuh jalur konstitusi," ujar dia.

Sementara itu, pagar depan gedung DPR RI digembok hari ini, Rabu (22/5/2019). Semua kendaraan maupun pejalan kaki tidak diperbolehkan masuk melalui pintu depan.

Tampak sejumlah petugas dari TNI dan kepolisian berjaga di pintu masuk. Namun, pagar tampak tertutup rapat dan digembok.

Informasi yang dihimpun, akses masuk dan keluar kompleks parlemen hanya dari gerbang belakang yang berada tepat di seberang Lapangan Tembak Senayan. Awak media tak diizinkan masuk ke area gedung.

Dari gerbang depan, tampak sejumlah petugas berseragam Brimob melakukan apel. Ada pula tenda-tenda yang berjajar di area dekat gerbang depan tempat istirahat para petugas pengamanan.

Sejumlah kendaraan taktis juga disiagakan di area depan gedung DPR. Truk-truk juga tampak diparkir berjajar di sekitar kendaraan water canon.
 

Loading...
Loading...