Selasa, 21 Mei 2019 18:34 WITA

Ribuan Wanita Korea Utara Dijual Sebagai Budak Seks di China

Editor: Suriawati
Ribuan Wanita Korea Utara Dijual Sebagai Budak Seks di China
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un

RAKYATKU.COM - Ribuan wanita dan gadis Korea Utara diperdagangkan dan dijual sebagai budak seksual di China.

Beberapa dari mereka dijadikan sebagai istri, sementara yang lain dipaksa menjadi pelacur, dan berpartisipasi dalam cybersex selama berhari-hari tanpa makan.

Hal itu terungkap oleh penyelidikan Korea Future Initiative (KFI) yang berbasis di London.

Meskipun pembelot wanita telah lama menjadi target perdagangan manusia, masalah ini telah diperburuk dalam beberapa tahun terakhir karena adanya lonjakan permintaan di dalam Tiongkok.

CNN yang melaporkan ini mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri China belum menanggapi permintaan komentar.

Tidak ada statistik resmi tentang jumlah warga Korea Utara yang meninggalkan negara itu dan menetap di luar Korea Selatan.

Loading...

Tapi menurut laporan PBB tahun 2014, kelompok-kelompok bantuan telah melaporkan bahwa puluhan ribu warga Korea Utara tinggal di Tiongkok sebagai pengungsi.

FI mengklaim jumlahnya bisa mencapai 200.000.

KFI adalah sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada wanita, anak-anak dan minoritas Korea Utara yang menjadi korban pelanggaran hak asasi manusia.

Laporan KFI senada dengan laporan setebal 98 halaman dari Human Rights Watch yang diterbitkan pada bulan November, mengenai risiko yang dihadapi para pembelot wanita Korea Utara.

Departemen Luar Negeri AS juga mengakui laporan kekerasan terhadap pembelot wanita dalam laporan 2018 tentang praktik hak asasi manusia di Korea Utara.

Loading...
Loading...