Selasa, 21 Mei 2019 17:59 WITA

Polisi Batalkan SPDP Makar, Hanya untuk Menakut-nakuti Prabowo?

Editor: Abu Asyraf
Polisi Batalkan SPDP Makar, Hanya untuk Menakut-nakuti Prabowo?
Prabowo dan Sandiaga Uno usai menyatakan menolak hasil pilpres 2019, Selasa (21/5/2019).

RAKYATKU.COM,JAKARTA - Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) beredar jelang pengumuman pemenang pilpres 2019. Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto disebut sebagai terlapor. Apa maksudnya?

SPDP itu diterbikan Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam Indradi pada 17 Mei lalu. SPDP dikirimkan ke Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

SPDP tersebut merupakan rangkaian laporan kepada Eggi Sudjana yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar.

Belakangan, SPDP tersebut ditarik kembali. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyatakan SPDP terhadap calon presiden Prabowo Subianto resmi dibatalkan.

Menurut Argo pihaknya melakukan pembatalan SPDP lantaran Prabowo dipandang sebagai tokoh bangsa.

Penyidik, sambung Argo, telah menganalisis kasus dugaan makar yang melibatkan Eggi Sudjana. Penyidik kemudian menilai belum waktunya untuk menerbitkan SPDP kasus ini.

"Karena nama Pak Prabowo hanya disebut namanya oleh tersangka Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma," katanya.

Untuk itu, dalam menangani kasus dugaan makar tersebut, penyidik masih membutuhkan keterangan Eggi dan Lieus, sehingga belum memutuskan penyidikan

"Karena perlu dilakukan crosscheck dengan alat bukti lain,” ujar Argo.

Loading...

Dalam SPDP yang beredar tertanggal 17 Mei 2019, disebutkan bahwa penyidik Polda Metro Jaya mulai menyidik kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana yang dilakukan bersama terlapor lainnya, yaitu Prabowo Subianto. 

Surat pelaporan Prabowo ini tercatat dengan nomor LP/B/0391/IV/2019/Bareskrim, tanggal 19 April 2019. Nama pelapor adalah DR Supriyanto SH, MH, M.Kn.

Diduga foto SPDP yang beredar itu hanya untuk menakut-nakuti Prabowo agar tidak memimpin people power menolak hasil pilpres. Apalagi sebelumnya, sejumlah pendukung Prabowo sudah ditangkap.

Terbaru, mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko telah ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan penyelundupan senjata api. Awalnya, dia dilaporkan ke polisi dalam kasus dugaan makar. 

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membenarkan bahwa Prabowo dilaporkan atas tuduhan makar. Sementara SPDP terhadap Eggi yang memuat nama Prabowo sebagai terlapor itu diterima di Hambalang, Bogor, dini hari tadi.

Dasco menegaskan Prabowo bukanlah tersangka kasus makar. Dia mengatakan surat SPDP itu untuk Eggi Sudjana.

"Tidak benar telah terbit SPDP terhadap Pak Prabowo terkait kasus makar. Yang ada adalah SPDP terhadap Pak Eggy Sudjana. Pak Prabowo memang turut dijadikan terlapor oleh pelapor, tapi status Pak Prabowo bukan tersangka bahkan juga bukan saksi. Tidak ada setitik fakta pun yang bisa mengaitkan Pak Prabowo dengan tuduhan makar. Sebagaimana kita tahu bahwa Pak Prabowo senantiasa berjuang dalam koridor hukum dan konstitusi," kata Dasco.

Loading...
Loading...