Selasa, 21 Mei 2019 15:30 WITA

Bicaranya Dipotong, Jansen Sitindaon Gebrak Meja di Depan Ketua KPU dan Bawaslu RI

Editor: Abu Asyraf
Bicaranya Dipotong, Jansen Sitindaon Gebrak Meja di Depan Ketua KPU dan Bawaslu RI
Momen saat politikus Partai Demokrat, Jansen Sitindaon memprotes KPU pada rapat pleno, Senin malam (20/5/2019).

RAKYATKU.COM - Rapat pleno KPU RI dengan agenda penetapan hasil rekap pemilu dan pilpres 2019 berlangsung panas, Senin malam (20/5/2019).

Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon sempat gebrak meja di depan Ketua KPU RI Arief Budiman dan Ketua Bawaslu RI Abhan.

Insiden itu terjadi saat Ketua KPU RI Arief Budiman memotong pembicaraan Jansen. Saat itu, Jansen mengungkap sejumlah rekomendasi Bawaslu yang tidak ditindaklanjuti KPU.

Rekomendasi itu berupa pemungutan suara ulang di beberapa wilayah. Termasuk Papua. Namun, diabaikan KPU.

Rapat pleno rekap suara di Papua berjalan alot karena ada perbedaan data di sejumlah daerah. Walhasil, parpol meminta PSU dilakukan. Jansen menilai rekomendasi Bawaslu memiliki kekuatan untuk diikuti KPU. 

"Ini begitu banyak ini, begitu banyak rekomendasi mau dikemanakan. Kalau mau kalian putuskan saja, Papua ini tanpa kami juga ada bisa kalian putuskan. Untuk apa kami di sini. Sama kayak 02, tak mau tanda tangan tetap jalan barang ini," kata Jansen di Gedung KPU, Jakarta.

Jansen juga mengkritik Bawaslu yang terkesan mendiamkan rekomendasinya tak dijalankan KPU. Dia mengungkit jenjang pendidikan anggota Bawaslu yang tinggi, tetapi membiarkan rekomendasinya tak dijalankan. 

Loading...

"Bicara dulu Bawaslu. Fritz lulusan luar negeri ini, Bagja lulusan luar ini. Kok kita diamkan ini. Ngapain kau sekolah ke Belanda kalau kita diamkan ini. Malu kita sama almamater, ngapain kita sekolah di UI itu. Di sini kita buktikan," lanjut Jansen. 

KPU Papua tidak menjalankan PSU di beberapa daerah karena alasan sulit dilakukan. Mereka mengaku terkendala transportasi, cuaca , hingga alasan logistik.

Ketua KPU Arief Budiman lantan memotong pembicaraan Jansen karena menganggap sudah di luar konteks. Namun, tak diterima Jansen.

"Hei, hei saya belum selesai bicara," teriak Jansen. Dia memukul meja karena kesal tak lagi diberi kesempatan melanjutkan protesnya.

Loading...
Loading...