Selasa, 21 Mei 2019 10:30 WITA

Tiru Konsep Ekonomi Kreatif Michi-No-Eki di Jepang, Bantaeng Paling Siap

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Nur Hidayat Said
Tiru Konsep Ekonomi Kreatif Michi-No-Eki di Jepang, Bantaeng Paling Siap
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melirik Kabupaten Bantaeng sebagai daerah pertama untuk menerapkan Michi-No-Eki.

Program ini adalah program supermarket yang menjadi implementasi ekonomi kreatif melalui kerja sama dengan Jepang.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah saat menggelar Safari Ramadan Pemprov Sulsel di Rest Area Bantaeng, Kecamatan Bissappu, Senin (20/5/2019).

Dia mengatakan, Michi-No-Eki merupakan program ekonomi kreatif yang melibatkan petani dan masyarakat lokal sebagai pelaku ekonominya. 

"Jadi akan dibuatkan supermarket. Pelaku usaha supermarket itu adalah penduduk lokal, seperti petani dan sebagainya," kata Nurdin Abdullah. 

Dia mengaku, Bantaeng akan menjadi daerah pertama yang menerapkan program ini. Menurut dia, Bantaeng adalah daerah yang paling siap untuk melaksanakan program itu. Baik dari sisi infrastruktur dan kesiapan organisasi perangkat daerahnya. 

Loading...

"Bantaeng paling siap. Bupatinya aktif, agresif dan mau berkembang," ujarnya. 

Dia menambahkan, Bantaeng akan menjadi daerah yang spesial di Sulsel. Menurutnya, tidak ada lagi jarak antara Pemkab Bantaeng dengan Pemprov Sulsel. "Komunikasi kita sudah tidak ada jarak lagi. Sinergi terus terbangun," tuturnya. 

Dia menambahkan, kelebihan program ini adalah dengan membuat perputaran ekonomi semakin pesat. Menurutnya, dengan pelibatan petani dan masyarakat lokal, maka akan bisa mendorong percepatan perputaran uang. 

"Jika dulu barang dititip di supermarket, nanti tiga bulan baru uangnya bisa cair. Kalau program ini, pagi barang disimpan di supermarket, sore sudah bisa diambil uangnya," jelasnya. 

Dia menambahkan, pada tahun pertama, Pemprov Sulsel akan fokus pada pembangunan SDM di Bantaeng. Masyarakat lokal akan dilatih untuk pengembangan SDM. Pada tahap selanjutnya, akan dibuat supermarket untuk tenaga yang sudah terlatih itu. 

Loading...
Loading...