Selasa, 21 Mei 2019 00:02 WITA

Di Bantaeng, Gubernur Sulsel Imbau Warga Tidak Lakukan People Power

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Nur Hidayat Said
Di Bantaeng, Gubernur Sulsel Imbau Warga Tidak Lakukan People Power
Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah melakukan kunjungan safari Ramadan di Kabupaten Bantaeng, Senin (20/5/2019).

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengajak kepada masyarakat untuk kembali membangun silaturahmi setelah proses Pemilu serentak tahun 2019 ini.

Hal itu disampaikan saat melakukan safari Ramadan dalam rangka buka puasa bersama dengan Pemkab Bantaeng di Rest Area, perbatasan Bantaeng-Jeneponto, Senin (20/5/2019).

Dirinya mengakui, Pemilu serentak ini merupakan proses yang panjang, hingga menjadi sorotan internasional. Mengingat Pemilu 2019 ini digelar serentak untuk Pilpres dan Pileg.

"Setelah sekitar 7 bulan berbagai aktivitas dalam mengikuti pesta demokrasi, momentum bulan Ramadan ini mari kembali merajuk silaturahmi kita," pintanya.

"Kita kubur perbedaan kita. Tidak perlu lagi kita melihat siapa memilih siapa. Pilihan tidak harus sama," kata Nurdin.

Menurutnya, Pemilu merupakan proses, bukan tujuan. "Tinggal menunggu penetapan tanggal 22 Mei. Siapa pun terpilih, itulah pilihan rakyat," tuturnya.

Loading...

Olehnya itu, mantan Bupati Bantaeng dua periode ini mengimbau tidak perlu adanya aksi people power. Jika tidak menerima hasil penetapan KPU, maka bisa mengajukan di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kami harap masyarakat, terkhusus di Sulsel, bisa lebih dewasa menerima hasil (penetapan KPU).  Tidak perlu lagi ada people power. People power itu tidak diatur oleh undang-undang," bebernya.

"Saya rasa tugas kita setelah Pemilu, mendorong pembangunan dan percepatan kebutuhan masyarakat," imbuhnya.

Ia pun menitipkan amanah kepada Bupati Bantaeng, Kapolres Bantaeng serta Dandim 1410 Bantaeng untuk tetap memantau agar tidak ada gejolak di Bantaeng pada 22 Mei 2019 nantinya.

"Bantaeng merupakan daerah yang sejuk dan indah. Pemerintah yang melayani  yang harus dipertahankan," ucapnya.

Loading...
Loading...