Senin, 20 Mei 2019 19:52 WITA

Rudal Iran Incar Kedubes AS di Baghdad, Trump: "Coba, Kalau Mau Rata dengan Tanah"

Editor: Aswad Syam
Rudal Iran Incar Kedubes AS di Baghdad, Trump:
Para anggota milisi Syiah bersiaga di perbatasan Iran dan Irak.

RAKYATKU.COM, WASHINGTON - Iran meluncurkan serangan roket kurang satu mil dari Kedutaan Besar AS di Baghdad, Irak.

Serangan itu dilakukan milisi Syiah yang didukung Iran. Demikian ujar salah seorang juru bicara militer Irak.

Atas serangan tersebut, Presiden AS, Donald Trump memposting di twitter pada pukul 16.00 waktu AS. "Jika Iran ingin bertarung, itu akan menjadi akhir resmi dari Iran. Jangan pernah mengancam Amerika Serikat lagi."

Trump mengatakan, Amerika tidak akan berperang. Tapi itu terpaksa akan dilakukan, jika Iran berkeras memiliki senjata nuklir.

Rudal Iran Incar Kedubes AS di Baghdad, Trump:

Militan Palestina dari kelompok Jihad Islam

Namun pada Kamis, 16 Mei 2019 lalu, Trump agak melunak setelah AS baru-baru ini mengirim kapal perang dan pengebom ke wilayah itu, untuk menangkal ancaman yang tidak dapat dijelaskan dari Iran.

Ketika ditanya, apakah AS dan Iran sedang menuju konflik bersenjata, Trump menjawab, "Saya harap tidak."

Ancaman datang setelah muncul, bahwa jenderal tinggi Iran telah meminta poros perlawanan mereka terhadap ribuan jihadis yang berjuang keras di seluruh Timur Tengah, untuk mempersiapkan diri jika perang dengan AS meletus. 

Loading...

Rudal Iran Incar Kedubes AS di Baghdad, Trump:

Pejuang Hizbullah

Dari Libanon dan Suriah ke Irak, Yaman, dan Jalur Gaza, pengaruh Teheran telah berkembang dalam dekade terakhir, menjalin hubungan yang dalam dan kuat dengan para pejuang yang kejam.

Pada hari Kamis terungkap bahwa Jenderal Qassem Suleimani telah mengatakan kepada sekutu di Irak untuk 'mempersiapkan perang proksi,' ketika kapal perang AS berjaga-jaga di Teluk Persia.

Rudal Iran Incar Kedubes AS di Baghdad, Trump:

Brigade Al Quds

Pakar intelijen AS mengatakan kepada Guardian , Jenderal Suleimani menggalang milisi di Baghdad tiga minggu lalu.

Seorang sumber mengatakan kepada surat kabar itu, "Itu bukan seruan untuk mempersenjatai, tapi itu tidak jauh." 

Loading...
Loading...