Senin, 20 Mei 2019 17:08 WITA

"Sempat Setuju Bersetubuh, Tapi..." Ini Kronologi Lengkap Mutilasi di Malang

Editor: Aswad Syam
Sugeng Santoso saat diamankan.

RAKYATKU.COM, MALANG - Ambon, hanya itu yang dikenal Sugeng dari identitas wanita itu. Dia datang ke Malang, dan betul-betul bernasib malang.

Ambon pertama kali bertemu Sugeng Santoso (49), pada Selasa, 7 Mei 2019.

Sugeng adalah pria tunawisma, yang setiap harinya tidur di gedung Eks Matahari Departement Store, Pasar Besar Malang.

Saat itu, Ambon yang baru kenalan, meminta uang kepada Sugeng. 

"Saya tak punya uang. Tapi ayo kita makan," ajak Sugeng.

Keduanya pun makan dengan lahap.

Usai makan, Sugeng kemudian berhasrat setelah melihat korban. Dia kemudian berbisik kepada wanita berusia 30-an tahun itu, mengajaknya untuk berhubungan badan.

Sambil malu-malu, Ambon setuju. Mereka kemudian berjalan menuju ke lantai 2 Eks Matahari Departement Store, Pasar Besar Malang.

Loading...

Namun saat Sugeng hendak melampiaskan nafsunya, tiba-tiba korban mengaku sakit.

"Pelaku mengajak berhubungan intim ke korban, tapi korban menyampaikan dalam kondisi sakit. Pelaku kecewa karena korban sakit, sehingga tidak bisa melampiaskan hasratnya berhubungan badan dengan korban. Dia juga kecewa karena tak bisa ereksi saat disentuh korban," kata Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, saat press rilis kasus mutilasi di Mapolres Malang Kota, Senin, 20 Mei 2019.

Sugeng akhirnya mencabuli kemaluan korban hingga korban pingsan. Saat pingsan itulah, Sugeng lalu membuat tato dari jarum sol sepatu ke pergelangan kaki korban. Di situ dia menulis namanya, "Sugeng".

Sugeng lalu meninggalkan wanita itu dalam keadaan pingsan. Dia kembali pada pukul 01.30 WIB, Rabu, 8 Mei 2019.

Saat itulah, Sugeng memotong leher korban. Usai itu, dia menyeret tubuh korban masuk ke kamar mandi. Namun karena tak muat saat ditutup, Sugeng lalu memotong kaki dan tangan korban, dengan menggunakan gunting rumput.

Dan pada Selasa, 14 Mei 2019, terjadilah kehebohan, ketika pada pukul 14.00 WIB, pedagang yang mencium bau tak sedap, mendatangi lokasi dan menemukan potongan tubuh itu sudah membusuk.

Polisi kemudian melakukan olah TKP. Dari petunjuk tato "Sugeng" di pergelangan kaki korban, polisi kemudian menangkap Sugeng. Saat itu dia nongkrong di klenteng, berdasarkan endusan anjing K-9 milik polisi. Saat polisi memanggil namanya, Sugeng menyahut. Dia kemudian digelandang ke Mapolres Malang Kota.

Loading...
Loading...