Senin, 20 Mei 2019 13:27 WITA

Wabup Gowa Berduka Cita Terhadap Pejuang Demokrasi yang Wafat

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Aswad Syam
Wabup Gowa Berduka Cita Terhadap Pejuang Demokrasi yang Wafat
Wabup Gowa, Abd Rauf Malaganni.

RAKYATKU.COM, GOWA - Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni menilai, penyelenggaraan Pemilu tahun ini, merupakan sebuah pesta demokrasi yang menguras banyak waktu dan tenaga.

Pasalnya, terdapat informasi beberapa petugas KPPS yang jatuh sakit, hingga meninggal dunia saat menjalankan tugasnya. Di Gowa sendiri, beberapa korban yang meninggal didominasi diduga akibat kelelahan.

Berdasarkan infomasi dari Ketua KPU Gowa, Muhtar Muis, pasca hari hari pencoblosan kemarin, terdapat beberapa petugas KPPS yang berasal dari TPS yang berbeda jatuh sakit hingga meninggal dunia.

Petugas yang meninggal dunia tersebut di antaranya petugas TPS 004, Desa Julukanaya, Kecamatan Biringbulu atas nama Neneng Kharisma, anggota KPPS TPS 12 Desa Tindang, Kecamatan Bontonompo Selatan atas nama Rusdianto, Ketua KPPS TPS 23 Kelurahan Katangka, Gowa, Hardianto, petugas KPPS di TPS 11 Desa Datara, Kecamatan Tompobulu atas nama Jamaluddin.

Loading...

Sementara jumlah petugas KPPS yang jatuh sakit sekitar 110 orang yang diduga sakit akibat kelelahan.

Atas kejadian tersebut, Abd Rauf menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya para pejuang demokrasi tersebut. Dirinya juga mengakui, penyelenggaraan pemilu saat ini masih dalam situasi pasca pesta demokrasi, yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita.

"Alhamdulillah, sampai saat ini tahapan pesta demokrasi tersebut dapat berjalan lancar dan aman. Ini tiada lain berkat pengorbanan banyak saudara-saudara kita yang menjadi anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara, bahkan berupa pengorbanan nyawa," katanya di halaman kantor Bupati Gowa, Senin (20/5/2019).

Loading...
Loading...