Senin, 20 Mei 2019 12:18 WITA

"Kalau Aku Tak Nikah Sama Adek, Dia Pun Tak Boleh," Rebutan Janda, Iwan Tikam Andrew

Editor: Aswad Syam
ilustrasi

RAKYATKU.COM, BANGKA - Cerita cinta segitiga berakhir miris. Andrew (41) tewas di tangan Anto Iwan (35), usai memperebutkan janda 3 anak berinisial ZR.

Anto Iwan cinta mati dengan ZR, janda 3 anak yang merupakan kembang Desa Sempan, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka.

Anto yang telah diputuskan ZR, mencari tahu alasan ZR memutuskannya. Sabtu malam, 11 Mei 2019, dia ke rumah ZR. Namun alangkah kecewanya saat melihat ZR tengah berduaan dengan Andrew. Bahkan keduanya berniat menikah.

Sejak itu, Anto pun merencanakan duel maut dengan Andrew.

Hal ini dibuktikan dari percakapan via chat WhatsApp yang dibagikan keluarga Andrew kepada penyidik, sebagaimana dilansir dari Bangkapos.

Dalam chat percakapan antara Anto Iwan dengan ZR itu terungkap Anto telah merencanakan untuk menghabisi Andrew.

Niko, keluarga Andrew membeberkan semua percakapan tersebut, Minggu (19/5/2019) kemarin.

Percakapan dalam bentuk tangkapan layar tersebut, berisi pesan yang dikirim Anto Iwan kepada ZR, beberapa jam setelah insiden berdarah.

Anto mengirim pesan ke ZR: "Awas kalau nikah sama dia (Andrew) pasti kubunuh dimana pun dia (Andrew) berada pasti kubunuh... orang itu pasti kubunuh... kalau adek nikah sama dia pasti kubunuh dimana pun dia berada."

Percakapan itu kemudian di-screenshot ZR di telepon selulernya, lalu diserahkan kepada Niko untuk dilanjutkna ke pihak kepolisian, pasca kejadian.

Anto kembali menulis dalam tangkapan layar itu: "Karena dia (Andrew) itu nantang aku. Biarlah sama-sama nggak memiliki adek (ZR). Apa kabar dia (Andrew) tadi? Sudah di rumah sakit apa belum?".

Setelah berkali-kali mengirim pesan, akhirnya ZR membalas pesan WA Anto Iwan, mantan pacarnya. ZR membalas pesan WA karena awalnya tak mengerti maksud pesan yang diutarakan Anto Iwan.

"Apa maksud tu ku dak ngerti, abang (Anto Iwan) ni kenapa?" balas ZR, awalnya tak mengerti maksud Anto Iwan, karena saat itu belum mendengar kabar Andrew dibunuh.

Sebaliknya Anto terus mengulang-ulang kata dalam WA, menyatakan bahwa ia telah membunuh Andrew, kekasih baru ZR. Tapi ZR masih juga tak mengerti bahwa calon suaminya, Andrew telah dibunuh oleh Anto Iwan, mantan pacarnya sendiri.

"Adek (ZR) sayang nggak sama aku? Ku sayang adek. Tadi sudah kutusuk dia (Andrew). Kalau kalian berdua (Andrew dan ZR) menikah, dimana pun pasti kubunuh. Dia sudah nantang aku. Sekarang dia merasakan rasa sakit. Kalau nikah nanti pasti kubunuh," tulis Anto Iwan.

"Bajuku kena darah semua. Pacar adek (Andrew) tadi. Jangan sampai adek nikah sama dia. (Kalau) adek nggak mau nikah sama aku, dia (Andrew) harus nggak juga. Kurela hidup di tengah hutan asal dia (Andrew) mati di tangan ku. Pacar adek tadi sudah kutusuk ketemu di jalan. Apa kabar dia (Andrew), sudah di rumah sakit apa belum?" tulis Anto.

Loading...

Setelah berulang-ulang Anto Iwan memastikan telah menusuk pisau ke tubuh Andrew, akhirnya ZR mengerti mengenai percakapan di WA tersebut. Ia baru sadar bahwa Anto Iwan tak main-main telah membunuh calon suaminya, Andew.

"Ngape abang ..macem ni kita?" kata ZR membalas pesan WA Anto Iwan, yang ketika itu dalam keadaan sedang melarikan diri.

Tak lama kemudian Anto Iwan, Minggu (12/5/2019) Pukul 03.41 WIB kembali menghubungi ZR melalui videocall telepon seluler, namun tak direspons ZR.

"Ijinkan aku mendengar suara adek untuk terakhir kalinya," kata Anto Iwan memelas, meminta ZR menerima panggilan videocallnya pasca pembunuhan.

Namun ZR beralasan tak mau menerima videocall Anto Iwan karena ketika itu ada ibunya di sebelah ZR. "Ada mamak, emang Abang (Anto Iwan) ada dimana? Inbox kan aja nggak usah telepon," balas ZR.

Lalu Anto Iwan menulis pesan lanjutan. Ia mengaku sudah satu bulan mencari informasi tentang hubungan ZR dengan Andrew. Anto Iwan seolah penasaran kenapa ZR memutuskan hubungan kasih dengannya.

Ternyata setelah putus dengan Anto Iwan, ZR berhubungan dengan pria lain bernama Andrew, bahkan bakal segera menikah. "Tolong abang (Anto Iwan) jangan ganggu hubunganku dengan dia (Andrew). Nanti aku jelaskan lagi kalau kita ketemu," balas ZR.

Anto Iwan lagi-lagi menghubungi ZR melalui videocall, namun tetap tidak direspons oleh ZR. Lalu Anto Iwan mengirimkan fotonya dalam pelarian, kondisi mata bengkak karena bekas pukulan Andrew, lawan duel mautnya dalam perkelahian.

"Ku cuma mata (bengkak), tapi dia (Andrew) kena tusuk. Mungkin meninggal dia. Yang kuingat kutusuk tiga kali dia tadi, setelah itu nggak ingat lagi," kata Anto Iwan.

Sekitar dua jam Anto Iwan dan ZR berkomunikasi via pesan singkat WA telepon seluler, akhirnya keberadaannya tercium polisi. Kepada ZR, Anto Iwan mengaku sedang berada di sebuah kawasan kandang ayam tempat loaksi kerjanya dulu.

Anto Iwan mengaku akan melarikan diri dan hidup di hutan, agar tak ditangkap polisi setelah pembunuhan yang ia lakukan. Anto Iwan membocorkan lokasi pelarian pada ZR tanpa sadar, justru jejaknya sedang ditelusuri polisi.

"Ku di kandang ayam tempat ku kerja dulu, disini lagi sepi. Keluar sebentar, kutelpon biar jelas biar adek tahu. Dek (rencana) ku (menyadap getah) karet di seberang, tempat aku kerja dulu, jangan kasih tahu orang tempat aku," kata Anto Iwan, yang kemudian ditangkap polisi, sekitar 30 menit setelah percakapannya dengan janda beranak tiga, ZR.

Kapolres Bangka AKBP Budi Arianto diwakili Kapolsek Pemali, Ipda Meidy dikonfirmasi mengenai penanganan kasus ini, Minggu (19/5/2019) menyatakan, proses penyidikan hampir rampung.

Dalam waktu dekat tersangka Anto Iwan akan dipindahkan dari ruang tahanan Polsek Pemali ke Lapas Bukitsemut Sungailiat Bangka. Mengenai dugaan Niko, keluarga korban yang mensinyalir pelaku lebih dari satu, Kapolsek membantahnya.

"(Berkas penyidikan perkara) hampir kelar. Mungkin dalam beberapa hari ke depan rampung dan tersangka akan kita titipkan ke Lapas Bukitsemut Sungailiat. Sejauh ini berdasarkan hasil pemeriksaan pelaku hanya satu orang, tidak ada (tidak benar dugaan) dua orang," kata Kapolsek.

Loading...
Loading...