Senin, 20 Mei 2019 10:04 WITA

Teriak Saat Disodomi, Begini Kronologi Pembunuhan Bocah di Bone

Penulis: Herman
Editor: Aswad Syam
Teriak Saat Disodomi, Begini Kronologi Pembunuhan Bocah di Bone
Alif yang jadi korban pembunuhan (kiri). Pelaku pembunuhan, Basman alias Fian (kanan).

RAKYATKU.COM, BONE - Pembunuh Alif Maulana, bocah 10 tahun yang mayatnya ditemukan di jembatan irigasi, sudah dibekuk. Dia adalah Basman alias Fian (19).

Sabtu sore, 18 Mei 2019. Bocah kelas 4 SD asal Dusun Cinnong, Desa Sappewalie, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone itu, pamit kepada orang tuanya untuk pergi buka puasa di Masjid Almunawwarah.

Usai buka puasa dan salat magrib, korban bermain dengan teman-temannya. Saat itulah diduga dia dipanggil oleh Basman dengan iming-iming sesuatu.

Dia dibawa ke jembatan irigasi. Di situ, bocah tersebut disodomi pelaku.

Namun saat disodomi, korban berteriak. Pelaku yang sudah dalam keadaan birahi, lalu membekap mulut dan hidung korban, sehingga korban tidak bisa bernapas. Korban pun tewas di tempat. 

Sementara itu, orang tua korban merasa khawatir saat korban belum juga pulang sehabis tarawih.

Warga pun melakukan pencarian. Korban ditemukan terbujur kaku di atas jembatan pada pukul 00.30 Wita.

Loading...

Di tubuh korban ditemukan sejumlah luka, seperti luka gores pada wajah, hidung mengeluarkan darah dan luka pada lutut.

Kapolsek Ulaweng Iptu Muhammad Tahir mengatakan, korban dibawa ke Puskesmas Ulaweng untuk divisum, sementara pihaknya melakukan penyelidikan.

Penyelidikan akhirnya membuahkan hasil. Pelaku pembunuhan dibekuk Satuan Resmob Polres Bone, Senin dini hari.

Pelaku ditangkap di kediamannya. “Saat itu kami bersama anggota lainnya melakukan penyelidikan, dan berhasil meringkus pelaku di kediamannya. Meski pada awalnya kami kesulitan menangkap pelaku, karena pelaku sering berpindah tempat,” ujar Kanit Resmob Polres Bone, Ipda Achmad Alfian.

Pelaku sempat berusaha melarikan diri. Petugas terpaksa menyarangkan dua butir timah panas ke betis pelaku, saat tembakan peringatan tiga kali tak diindahkan.

Loading...
Loading...