Minggu, 19 Mei 2019 19:28 WITA

Din: Kalau Ada yang Tolak TGPF KPPS, Ada Apa Kok Tidak Mau?

Editor: Abu Asyraf
Din: Kalau Ada yang Tolak TGPF KPPS, Ada Apa Kok Tidak Mau?
Din Syamsuddin

RAKYATKU.COM - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin belum percaya ratusan penyelenggara pemilu tewas karena kelelahan. Dia mendesak segera dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Berdasarkan data dari KPU RI, hingga Kamis (16/5/2019) pukul 10.00 WIB, penyelenggara Pemilu 2019 yang meninggal sebanyak 486 orang. Lalu, yang sakit jauh lebih besar lagi yakni 4.849 orang.

Makanya, bila ada orang yang menolak pembentukan TGPF, menurut Din Syamsuddin, orang atau pejabat tersebut perlu dicurigai.

"Cuma kalau saya diberi jawaban saya tidak mau dibentuk TGPF, tidak perlu gini gitu. Saya bertanya, ini ada apa kok tidak mau?" kata Din seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu (19/5/2019).

Din bilang, tidak adanya penyebab pasti meninggalnya ratusan penyelenggara pemilu dapat membuat sebagian pihak berbuat yang tidak semestinya. 

Makanya, lewat Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019, dirinya mendorong terbentuknya TGPF. 

Loading...

TGPF ini, lanjutnya, sebenarnya untuk menjernihkan berbagai isu yang berkembang belakangan ini. Usul ini, kata Din, sudah dikomunikasikan dengan IDI, kader Muhammadiyah, dan para dokter.

Nantinya, TGPF tersebut memuat unsur dari pihak masyarakat. Dengan begitu, penyebab kematian ratusan penyelenggara pemilu itu bisa diketahui. 

"Nanti apa faktanya, wah memang kelelahan, wah kalau kelelahan KPU kena. Kenapa tidak menentukan mekanisme kerja. Kenapa tidak rekrut yang benar," jelas Din dalam acara Kajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWMU) Jawa Timur di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Dikatakan Din, pembentukan TGPF itu akan mencegah pihak-pihak lain yang akan berbuat sesuatu yang merugikan. Seperti pihak yang akan berencana melaporkan kejadian itu ke Mahkamah Internasional. 

"Selesaikan pertabayunan itu semua. Kalau tidak ini sudah gerakan apa-apa, mau ke HAM internasional. Mau ini lah, mau gini. Waduh kacau balau nanti keadaannya," katanya.

Loading...
Loading...