Minggu, 19 Mei 2019 19:06 WITA

"Kami Diadu Berkelahi," Mantan Tawanan ISIS Ini Beber Penyiksaan Jihadi John

Editor: Aswad Syam
Federico Motka

RAKYATKU.COM, INGGRIS - Federico Motka (35), dibebaskan oleh ISIS 'Beatles', Jihadi John, setelah Italia membayar biaya tebusan 5 juta poundsterling.

Dia menceritakan kronologi tentang penangkapannya bersama pekerja sosial, David Haines (yang belakangan dipenggal Jihadi John), dalam sebuah film dokumenter baru tentang Jihadi John.

Maret 2013, bekerja sosial asal Italia itu tengah berkendara bersama Haines di Suriah. Tiba-tiba kendaraannya dihentikan oleh sekelompok pria bertopeng. Keduanya lalu ditarik keluar dari mobil mereka dengan todongan senjata oleh pria bertopeng itu, termasuk empat pria yang kemudian dikenal sebagai 'Beatles', karena aksen bahasa Inggris mereka.

Motka dan Haines baru mengenal satu sama lain selama empat hari, ketika mereka diculik. Tetapi segera menjalin persahabatan yang kuat dalam situasi yang paling mengerikan.

Mereka mengalami penyiksaan, pemukulan dan kurang tidur. Bahkan dipaksa saling bergulat oleh para penculiknya.

"Mereka memasukkan kami ke sel untuk melakukan Royal Rumble (berkelahi ala WWE)," ujar Motka.

Loading...

“Kami jelas tidak mau bertarung satu sama lain, tetapi mereka akan menghukum kami jika tidak saling bertarung," ungkapnya.

"Kau harus mengerti bahwa kita seperti kerangka pada saat itu, dan kita masing-masing pingsan pada tahap lain hanya karena kelelahan," lanjutnya.

Mantan tawanan itu mengatakan, para penculiknya menganggap perkelahian itu sangat menghibur.

Motka menghadiri upacara pemakaman Haines di Skotlandia pada Oktober 2014, di mana ia pertama kali bertemu Bethany dan pasangan tersebut sejak itu menjadi teman dekat.

Dia mengatakan dia bisa melihat banyak David di putrinya yang merupakan hal yang luar biasa.

Loading...
Loading...