Minggu, 19 Mei 2019 18:38 WITA

Dibekuk Polisi karena Ancam Bunuh Jokowi, Guru Honorer Mengaku Pendukung Prabowo

Editor: Aswad Syam
Dibekuk Polisi karena Ancam Bunuh Jokowi, Guru Honorer Mengaku Pendukung Prabowo
Seorang guru SD yang berstatus honorer di Pamekasan, Madura, dibekuk Subdit V Ditreskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim). Dia ditangkap karena telah melakukan ujaran kebencian terhadap Presiden RI Joko Widodo di media sosial.

RAKYATKU.COM, SURABAYA - Seorang guru SD yang berstatus honorer di Pamekasan, Madura, dibekuk Subdit V Ditreskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim). Dia ditangkap karena telah melakukan ujaran kebencian terhadap Presiden RI Joko Widodo di media sosial.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, ujaran kebencian itu dilakukan Hairil di akun facebook palsu bernama Putra Kurniawan.

"Namanya Hairil Anwar, tapi dia memakai akun Putra Kurniawan, kita masih mendalami mengapa dia memakai nama Putra Kurniawan. Umumnya akun di media sosial yang melakukan hate speech ini menggunakan akun fake," kata Frans Barung Mangera, Minggu, 19 Mei 2019.

Mantan Kabid Humas Polda Sulsel ini menyebut, Hairil membuat postingan bernada ancaman pembunuhan Presiden Jokowi di akun Facebook itu. Selain ancaman pembunuhan, juga ada unsur penghinaan terhadap Menkopolhukam Wiranto dan menyinggung perihal meninggalnya ratusan Petugas KPPS.

"Bunuh saja itu, Jokowi anjing," tulis Hairil, dalam bukti screen capture akun facebook, yang diamankan kepolisian.

Hairil kata Barung, juga menantang pihak kepolisian untuk menangkap dirinya.

"Dia pernah mengatakan mana ini polisi yang mau menangkap kita. Sambil begini jarinya (dua jari). Ditunggu katanya ada yang mau nangkap saya," kata Barung.

Kasubdit V Cyber Crime, AKBP Cecep Susatya menambahkan, Hairil berhasil diamankan pihaknya pada Sabtu, 18 Mei 2019, kemarin, di tempat kerjanya di SDN di wilayah Sumenep.

Loading...

"Yang bersangkutan kita amankan di tempat kerjanya, di SDN wilayah Sumenep, Madura," kata Cecep.

Hairil di depan penyidik, mengaku tindakan yang dilakukannya tersebut tak memiliki maksud tertentu. Ia menyebut, dirinya hanya sekadar ikut-ikutan dan bereaksi menyikapi kondisi panasnya politik di media sosial.

"Awalnya saya cuma mengikuti ramainya media sosial itu saja, karena suhu politik yang juga panas," kata Hairil.

Ditanya awak media, apakah dia termasuk pendukung Prabowo, Hairil mengangguk.

"Iya (pendukung Prabowo-Sandi)," kata Hairil.

Atas perbuatanya, Hairil Anwar disangkakan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 207 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Loading...
Loading...