Minggu, 19 Mei 2019 17:37 WITA

Pilot Pakai Sabu-sabu Sebelum Terbang, Pesawat Jatuh Tabrak Pohon di Hutan

Editor: Aswad Syam
Pilot Pakai Sabu-sabu Sebelum Terbang, Pesawat Jatuh Tabrak Pohon di Hutan
Pesawat ringan jatuh menabrak pohon.

RAKYATKU.COM, AUSTRALIA - Seorang pilot komersial aktif, tewas ketika ia menabrakkan pesawat ringannya ke padang semak pada pukul 10.30 pagi. Sebuah laporan resmi mengatakan, dia mengisap sabu-sabu dosis tinggi sebelum terbang.

Samuel Ferns (40), bekerja sebagai pilot bom air untuk Departemen Taman dan Margasatwa, ketika dia menabrak Cessna 210B.

Pesawat menukik ke semak belukar dekat Albany di Australia Barat pada 24 Oktober 2017.  
Ayah dua anak itu, memegang sertifikat medis penerbangan Kelas 1 dan tahu dia bisa diuji coba narkoba oleh majikannya kapan saja.  

Dia telah menerima pendidikan alkohol dan obat-obatan lainnya (AOD) pada 2013. Demikian laporan oleh Biro Keselamatan Transportasi Australia.

Ferns, yang memiliki pengalaman terbang lebih dari 6500 jam, diuji pada tiga kesempatan sebelum kecelakaan dan dia lulus setiap kali. 

"Sebuah post-mortem dari pilot yang dilakukan atas petunjuk koroner, tidak menemukan bukti masalah medis mendasar yang mendasarinya," kata laporan itu.

"Namun, pemeriksaan toksikologis laboratorium sains forensik terakreditasi menemukan keberadaan methylamphetamine dalam sistem pilot," ujarnya.

Loading...

"ATSB menemukan bahwa itu meningkatkan risiko kesalahan penilaian operasional atau kesalahan penanganan, karena gangguan dan tindakan tidak sengaja atau tidak bertindak karena ketidakmampuan, tetapi ini tidak serta merta berkontribusi pada kecelakaan," tambah laporan itu.

ATSB mengatakan, pesawat itu tidak memiliki kerusakan struktural pesawat sebelumnya, yang bisa berkontribusi pada kecelakaan dalam penerbangan.

Itu juga mengesampingkan kondisi cuaca lokal di balik kecelakaan itu.  

"Tidak ada yang melaporkan bahwa pilot memiliki kebiasaan menangani pesawat secara agresif atau cenderung melakukan manuver tipe aerobatik," kata laporan ATSB.

"Tidak ada alasan jelas bagi pilot untuk beroperasi di luar batasan," pungkas laporan itu. 

Loading...
Loading...