Sabtu, 18 Mei 2019 09:56 WITA

Leher Kepala Perawat Disayat, Darah Mengalir ke Pintu

Editor: Mays
Leher Kepala Perawat Disayat, Darah Mengalir ke Pintu
Siti Kharina Mohd Kamarudin

RAKYATKU.COM, MALAYSIA - Kepala Perawat Rumah Sakit Serdang, Selangor, Malaysia, Siti Kharina Mohd Kamarudin, diyakini telah tewas antara empat dan lima hari, sebelum mayatnya ditemukan di unit kondominium Avenue ketiga, di Cyberjaya. 

Kepala kepolisian Selangor, Datuk Noor Azam Jamaludin mengatakan, mayat almarhum Siti Kharina (40), ditemukan dalam pakaian yang tidak lengkap, berbaring di lantai unit yang diyakini telah disewa oleh korban. 

Menurut dia, hasil pemeriksaan di sekitar kondominium, ditemukan beberapa bukti termasuk pisau yang diyakini digunakan untuk menikam dan menyayat korban.

"Siti Kharina ditemukan tewas dengan luka di leher di kondominium Third Avenue di Cyberjaya sekitar pukul 4.20 sore pada hari Rabu," katanya dalam konferensi media, sebagaimana dilansir dari Astro Awani.

Menurut Noor Azam, upaya mengungkap misteri kehilangan Siti Kharina, dijawab setelah polisi menerima telepon dari masyarakat yang datang, untuk memperbaiki mesin cuci di unit tersebut. 

Saksi katanya, melihat ada darah mengalir keluar dari pintu, ketika tiba di kondominium. 

Mayat korban dikirim ke Departemen Forensik Rumah Sakit Serdang, untuk pemeriksaan mayat. 

loading...

Sampai saat ini, kasus ini diklasifikasikan sebagai kasus pembunuhan. 

Pada saat yang sama, Noor Azam mengatakan polisi, yang sedang menyelidiki motif pembunuhan, menangkap dua tersangka asal Nigeria dan Pakistan, untuk membantu penyelidikan. 

"Tersangka pertama wanita Nigeria ditangkap dalam penggerebekan di Taman Damai Indah Cheras sekitar jam 3 pagi ini," ujarnya.

"Sementara para tersangka ditahan di sebuah rumah di Taman Sri Rampai Setapak pada hari yang sama," katanya dalam konferensi pers. 

Kedua tersangka dibawa ke Markas Besar Kepolisian Distrik Sepang, untuk diselidiki berdasarkan Bagian 302 KUHP untuk pembunuhan. 

Namun, polisi mendeteksi tersangka pria Nigeria lainnya, untuk membantu dalam penyelidikan. 

Loading...
Loading...