Kamis, 16 Mei 2019 22:01 WITA

Sidang Lanjutan Tipikor Dana Bos di Bantaeng, Hadirkan Saksi Dari Kemenag dan Disdik

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Adil Patawai Anar
Sidang Lanjutan Tipikor Dana Bos di Bantaeng, Hadirkan Saksi Dari Kemenag dan Disdik

RAKYATKU.COM, BANTAENG - Sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam penyimpangan dan penyalahgunaan dana BOS di MTs Muta'alim Moti Bantaeng kini memasuki tahap pembuktian. 

Diketahui, kasus ini melibatkan dua orang terdakwa yaitu Kepala Sekolah dan Bendahara yang mana keduanya merupakan suami-istri. Adapun kedua terdakwa yakni Abdul Malik selaku kepala MTs Muttaalim Moti dan istrinya, Halimah sebagai bendahara sekolah.

Dalam tahap pembuktian ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi-saksi yakni beberapa pemilik toko di Bantaeng yang nota-notanya masuk dalam pembuatan LPJ, Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng selaku pemberi dana. Dimana dana tersebut termasuk dalam kategori keuangan negara karena bersumber dari APBN.

"Saksi yang sudah dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum ada 13 orang dari total 45 saksi," ungkap Kasi Intel Kejari Bantaeng, Budi Setyawan, Kamis (16/5/2019).

JPU fokus pada pembuktian kerugian keuangan negara. Karena hal ini menjadi penting untuk mengetahui besarnya kerugian keuangan negara yang timbul dalam perkara tersebut. Hingga nantinya dapat dihitung adanya atau besarnya pembebanan uang pengganti kepada masing-masing  terdakwa.

"Adapun sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada hari Selasa, 21 Mei 2019 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Makassar," tambah Budi. 

Sidang selanjutnya itu, kata dia, akan menghadirkan saksi-saksi dari para guru-guru yang tidak diberikan honornya dalam honor kegiatan ekstrakurikuler, honor wali kelas dan honor atau gaji bulanan para guru honorer tersebut.

Penuntut umum menghimbau agar dalam manajemen sekolah atau yayasan pendidikan dapat dilakukan dengan profesional dengan memperhatikan kaidah-kaidah dalam UU Yayasan. 

Loading...
Loading...

Berita Terkait