Kamis, 16 Mei 2019 16:56 WITA

Cerita di Balik Meninggalnya Ketua KPPS di Gowa 

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Abu Asyraf
Cerita di Balik Meninggalnya Ketua KPPS di Gowa 
Hardianto semasa hidup

RAKYATKU.COM,GOWA - Pemakaman Ketua KPPS TPS 23 Kelurahan Katangka, Gowa, Hardianto (37) meninggalkan duka mendalam. Dia mendadak lumpuh usai perhitungan suara pemilu 2019.

Hardianto meninggal dunia pada Kamis dini hari (16/5/2019). Almarhum meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit. Tangan dan kakinya lumpuh usai melakukan perhitungan suara pemilu 2019 bulan lalu.

Ipar almarhum, Daeng Nutu mengatakan, almarhum Hardianto semasa hidup adalah orang yang baik. Sebelum meninggal, dirinya tidak pernah menitipkan pesan apapun kepada dirinya. 

"Almarhum dibawa ke rumah sakit setelah pemilu yakni 18 April lalu. Dirinya juga tidak memiliki riwayat penyakit. Meskipun saya tidak satu rumah dengan almarhum, tetapi dia orangnya baik," ucapnya kepada Rakyatku.com, Kamis (16/5/2019).

Daeng Nutu berharap akan ada santunan maupun belas kasih yang diberikan kepada keluarga korban yang telah berjuang menjadi pejuang demokrasi pada pemilu tahun ini.

Loading...

Hardianto dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Syekh Yusuf sekitar pukul 12.00 Wita. 

Enam hari sebelumya, tepatnya Jumat (10/5/2019) pukul 23.31 wita, seorang anggota KPPS di TPS 004, Desa Julukanaya, Kecamatan Biringbulu bernama Neneng Kharisma juga meninggal dunia.

Wanita berparas cantik itu meninggal setelah mengalami muntah darah sejak 18 April 2019 lalu saat melakukan tugasnya sebagai anggota KPPS di daerahnya tersebut.
 

Loading...
Loading...