Kamis, 16 Mei 2019 11:42 WITA

Perselisihan Sampah: Filipina Pulangkan Duta Besarnya di Kanada

Editor: Suriawati
Perselisihan Sampah: Filipina Pulangkan Duta Besarnya di Kanada
AFP

RAKYATKU.COM - Masalah sampah Kanada di Filipina semakin memperkeruh hubungan kedua negara.

Dalam langkah terbaru, Manila memanggil kembali duta besar dan konsulnya di Kanada, setelah negara itu melewatkan tenggat waktu untuk mengambil kembali limbah yang diekspor ke negara Asia Tenggara itu.

"Pada tengah malam tadi malam, surat-surat untuk memanggil kembali duta besar dan konsul kami untuk Kanada keluar. Surat-surat itu diharapkan ada di sini sekitar satu hari atau lebih," kata Sekretaris Luar Negeri Filipina, Teodoro L Locsin Jr, Kamis (16/05/2019).

"Kanada melewatkan tenggat waktu 15 Mei. Dan kami akan mempertahankan pengurangan kehadiran diplomatik di Kanada sampai sampahnya diambil," katanya di Twitter.

Minggu lala Filipina mengumumkan bahwa Kanada telah setuju untuk mengambil kembali 69 kontainer sampah yang salah dikirim ke Filipina.

Sampah-sampah itu dikirim selama 2013-2014, dalam "kesepakatan komersial."

Loading...

Namun, sesuai kesepakatan itu, harusnya berisi wadah plastik untuk didaur ulang di Manila. Namun, sampah yang mereka terima berisi popok, koran, dan botol air.

Pada tahun 2016, pengadilan Filipina memutuskan bahwa sampah harus dikembalikan ke Kanada.

Namun, masalah sampah bukan satu-satunya yang membuat hubungan bilateral kedua negara memburuk.

Tahun lalu Presiden Duterte memerintahkan militer untuk membatalkan kesepakatan US$ 233 juta untuk membeli 16 helikopter dari Kanada, setelah Ottawa menyatakan kekhawatiran bahwa semuanya mungkin akan digunakan untuk memerangi pemberontak.

Pada November 2017, Duterte mengkritik Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada akhir pertemuan puncak negara-negara Asia dan Barat karena mengajukan pertanyaan tentang perangnya melawan narkoba.

Loading...
Loading...