Kamis, 16 Mei 2019 11:16 WITA

Perwira Polisi Dikeroyok Hingga Tak Sadarkan Diri, 5 Orang Jadi Tersangka

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Perwira Polisi Dikeroyok Hingga Tak Sadarkan Diri, 5 Orang Jadi Tersangka
AKP Aditya Mulya Ramdhani. Ist

RAKYATKU.COM - Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditya Mulya Ramdhani, masih dirawat secara intensif dalam kondisi tak sadarkan diri usai dikeroyok sejumlah pemuda.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel memastikan, kondisi AKP Aditia semakin membaik. Hal ini diikuti munculnya respons dari AKP Aditia yang ditunjukkan dengan pergerakan pupil matanya.

Meski sudah membaik, AKP Aditia akan dibawa ke rumah sakit di Singapura. Rycko mengatakan, hal ini berdasarkan permintaan dari pihak keluarga. 

"Setelah ini akan dirujuk ke rumah sakit di Singapura. Singapore Royal Hospital. Kenapa dipilih Singapura? Itu atas permintaan keluarga, tapi kami dari kepolisian tetap akan mem-back-up penanganan kesehatan korban hingga pulih," kata Rycko.

Namun, Rycko belum mengetahui secara pasti kapan korban akan dirawat ke RS di Singapura. Saat ini, pihak kedokteran masih menunggu hasil koordinasi dengan RS di Singapura terkait kesiapan membawa korban dengan menggunakan pesawat ambulans.

"Kita masih tunggu koordinasi dengan pesawat ambulans. Kalau sudah siap segera akan dirujuk ke sana. Mungkin nanti siang," jelas Rycko, dikutip Kumparan, Selasa (16/5/2019).

Loading...

Sementara itu, dalam kasus polisi menetapkan lima tersangka. Polisi juga mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap 3 tersangka lainnya.

"Dari kasus ini sudah 22 orang saksi dilakukan pemeriksaan. 5 orang tersangka sudah kita tahan, 3 orang kita keluarkan DPO. Kemarin sudah rekonstruksi TKP. Masih ada yang kita kejar," bebernya.

Menurutnya, berdasarkan penyidikan sementara jumlah tersangka akan bertambah. Meski demikian, Rycko enggan membeberkan identitas para tersangka.

"(Pelaku) dari warga Wonogiri. Tidak pakai embel-embel kelompok-kelompokan. Ada kemungkinan (pelaku) jumlahnya nanti bertambah," tegasnya mantan Gubernur Akpol itu.

Pengeroyokan tersebut terjadi pada Kamis (9/5/2019) dini hari, saat AKP Aditia tengah melerai bentrok antarmassa dua perguruan silat, Persaudaraan Setia Hati Terate Solo Raya dan Perguruan Silat (PS) Winongo. 

Loading...
Loading...