Kamis, 16 Mei 2019 09:01 WITA

Terlalu Cepat? Sutradara Sudah Buat Film tentang Pembantaian Masjid Christchurch

Editor: Aswad Syam
Terlalu Cepat? Sutradara Sudah Buat Film tentang Pembantaian Masjid Christchurch
Polisi mencari sesuatu pasca penembakan masjid di Christchurch.

RAKYATKU.COM, SELANDIA BARU - Sebuah film dramatisasi yang merinci peristiwa pembantaian Masjid Christchurch, sedang dalam pengerjaan, hanya beberapa bulan setelah serangan itu menewaskan 51 orang dan melukai puluhan lainnya.

Produser dan cendekiawan Cambridge Moez Masoud, akan memimpin film bersama Rick Castañeda.

Keduanya diyakini telah menulis naskah itu bersama-sama, dan memulai pembicaraan hanya sembilan hari, setelah seorang supremasi kulit putih menembaki Masjid Al Noor dan pusat Islam Linwood selama salat Jumat pada 15 Maret.

Film ini akan mengikuti keluarga yang lolos dari kematian dan kehancuran di Afghanistan, lalu pindah ke Christchurch.

Sebelum serangan teroris, Selandia Baru dianggap sebagai salah satu tempat teraman di dunia.

"Di Christchurch, pada 15 Maret, dunia menyaksikan kejahatan yang tak terkatakan terhadap kemanusiaan," kata Masoud kepada Variety. 

"Cerita yang akan dibawa 'Hello Brother' kepada publik hanyalah satu langkah dalam proses penyembuhan, sehingga kita semua dapat lebih memahami satu sama lain, dan akar penyebab kebencian, rasisme, supremasi, dan terorisme," ungkapnya. 

Judul film - Hello Brother - adalah referensi untuk kata-kata pertama yang diduga diucapkan kepada penembak, ketika dia memasuki masjid, beberapa saat sebelum dia mulai menembaki jemaah secara acak.

Loading...

Anggota kru film diyakini telah mengunjungi Christchurch dan berbicara dengan keluarga korban dan yang selamat.

Castaneda ditemukan di Christchurch pada hari Senin, dan diyakini telah bertemu dengan para imam masjid.

Dia mengkonfirmasi film itu akan didramatisasi, tetapi berharap bisa membawa orang 'lebih dekat dengan kebenaran'. 

Masoud mengatakan, dia berharap filmnya akan 'menyatukan orang-orang di seluruh dunia untuk membahas hari itu dan melanjutkan dialog positif untuk masa depan berdasarkan pada saling pengertian yang tulus.' 

Brentan Tarrant saat ini menghadapi pengadilan di Selandia Baru, yang dituduh menyerbu masjid dan menembaki warga sipil selama shalat Jumat mereka. 

Pria 28 tahun itu, diyakini telah menyiarkan langsung seluruh serangan di media sosial, dan telah berbagi pidato kebencian dan manifesto rasis menjelang penembakan.

Film terakhir Masoud, Clash, membuka festival film Cannes pada tahun 2016. 

Loading...
Loading...