Rabu, 15 Mei 2019 21:46 WITA

Bawaslu Usut Pelaku Dugaan Penggelembungan Suara Caleg di Makassar

Penulis: Rizal
Editor: Aswad Syam
Bawaslu Usut Pelaku Dugaan Penggelembungan Suara Caleg di Makassar
Suasana rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara di Hotel Grand Asia, Jalan Boulevard, Rabu (15/5/2019).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar, akan mengusut pelaku dugaan penggelembungan suara calon anggota legislatif (caleg), yang ditemukan dalam proses rekapitulasi penghitungan suara KPU Kota Makassar, Rabu (15/5/2019).

Menurut Ketua Bawaslu Kota Makassar, Nursari, pergeseran suara caleg menjadi temuan Bawaslu untuk segera ditindaklanjuti. Sebelumnya, pihaknya juga telah merekomendasikan koreksi administratif dan telah dilaksanakan oleh KPU Makassar.

"Kita langsung koreksi administratif dan itu sudah selesai," katanya saat ditemui Rakyatku.com di sela-sela rekapitulasi penghitungan suara tingkat Kota Makassar di Hotel Grand Asia, Jalan Boulevard, Rabu (15/5/2019).

Selanjutnya, kata Nursari, Bawaslu akan mengusut pelaku yang mengubah data rekapitulasi. Hal itu masuk dalam kategori pidana pelanggaran pemilu. Perbuatan mengubah rekapitulasi penghitungan suara terancam hukuman penjara dua tahun.

Loading...

“Yang melaksanakan perbuatan itu yang akan kena. Persoalan itu dilakukan PPS atau PPK, kita belum bisa simpulkan. Kalau dalam prosesnya mengarah ke siapa pun yang terlibat, itu yang akan dapat sanksi," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam proses rekapitulasi penghitungan suara tingkat Kota Makassar, Bawaslu Makassar menemukan sejumlah dugaan penggelembungan suara caleg secara misterius. Pergeseran suara ditemukan saat proses koreksi atau membandingkan data rekapitulasi tingkat kelurahan DAA1 dengan data tingkat kecamatan DA1. Saat naik ke tingkat kecamatan, ada suara caleg yang bertambah dan adapula yang berkurang.
Tak tanggung-tanggung, temuan penggelembungan suara caleg tersebut terjadi di tiga tingkatan, yakni DPRD kota, DPRD provinsi hingga tingkat DPR RI.

Untuk DPRD kota terjadi pada suara caleg dari PDIP, Golkar, Garuda, Berkarya, Perindo, PPP, PAN dan PBB. Untuk DPRD provinsi, dugaan penggelembungan suara pada caleg PKB dan Golkar. Sementara itu, untuk tingkat DPR RI, diduga terjadi pada suara caleg NasDem dan Perindo. Titik kejadiannya adalah di Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate.

Loading...
Loading...